<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765</id><updated>2011-04-22T12:28:59.051+08:00</updated><category term='nasehat'/><category term='nawal sadaawi'/><category term='dialog'/><category term='islam'/><category term='konsep berkawan dalam islam'/><category term='fi zhilalil Quran'/><category term='pembebasan dari api neraka'/><category term='teman sejati'/><category term='perempuan di titik nol'/><category term='etika berteman'/><category term='rahmat'/><category term='hakekat persaudaraan'/><category term='Bulan Pengampunan'/><category term='novelis arab'/><category term='wanita'/><category term='mesir'/><category term='Bulan al-Qur&apos;an'/><category term='Muhammad SAW'/><category term='psikologi berkawan'/><category term='Bulan Mulia'/><category term='feminisme'/><category term='istri untuk putraku'/><category term='Tarbiyah Ramadhan'/><category term='iblis'/><category term='harmonisasi berteman'/><category term='Berkah'/><title type='text'>La TOWA</title><subtitle type='html'>Jurnal Online Nur Latif</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-1207517186188957935</id><published>2008-08-28T09:56:00.004+08:00</published><updated>2008-08-28T10:00:44.642+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulan Pengampunan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pembebasan dari api neraka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulan Mulia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bulan al-Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rahmat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tarbiyah Ramadhan'/><title type='text'>Ramadhan Mulia</title><content type='html'>&lt;p&gt;Bulan Rajab belum lama kita lalui. Bulan Sya’ban sebentar lagi kita akhiri. Kini, bulan Ramadhan segera datang menghampiri. Terkait dengan ketiga bulan mulia ini, Baginda Rasulullah saw. secara khusus memanjatkan doa ke haribaan Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 130%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;«اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَ حَصِّلْ مَقَاصِدَنَا»&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan pada bulan Sya’ban ini; sampaikanlah diri kami pada bulan Ramadhan; dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;HR Ahmad&lt;/strong&gt;).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ibarat samudera, Ramadhan menyimpan sejuta mutiara kemuliaan, memendam perbendaharaan segala keagungan dan di dalamnya bersemayam aneka kebesaran. Ramadhan juga merupakan cakrawala curahan karunia Allah SWT karena semua aktivitas hamba yang beriman pada bulan ini dinilai sebagai ibadah. Kecil yang dilakukan tetapi besar pahalanya di sisi Allah. Ringan yang dikerjakan namun berat timbangan di hadapan Allah. Apalagi jika amal yang besar dan berat, tentu akan mampu melesatkan hamba ke derajat kemuliaan dan meraih kenikmatan surga-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Datangnya Ramadhan bagi orang Mukmin adalah laksana ‘kekasih’ yang sangat ia rindukan; dengan sukacita ia akan menyiapkan segala sesuatu yang dapat mengantarkan perjumpaan menjadi penuh makna, berkesan dalam dan senantiasa melahirkan harapan-harapan mulia.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitu dasyatnya kemuliaan Ramadhan, Rasulullah saw. di penghujung bulan Sya’ban berkhutbah di hadapan manusia menjelaskan berbagai keutamaannya:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wahai manusia sekalian…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Akan datang menaungi kalian bulan yang agung dan penuh berkah; bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang di dalamnya Allah wajibkan berpuasa dan melaksanakan qiyâm tathawwu’ (salat sunnah tarawih). Siapa saja pada bulan itu mendekatkan diri dengan sebuah amal kebaikan, ia seperti telah melaksanakan kewajiban…Siapa saja yang mengerjakan kewajiban, ia seperti melaksanakan tujuh puluh kewajiban…&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ramadhan adalah bulan sabar. Sabar itu pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin. Siapa saja yang memberi makan berbuka seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan keeselamatan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang…Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memnyelamatkannya dari neraka. Karena itu, perbanyaklah empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian dan dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan memohon ampunan-Nya. Dua perkara yang sangat kalian perlukan ialah memohon surga dan perlindungan dari neraka… &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Ibnu Huzaimah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemulian dan keistimewaan Ramadhan juga terlukis dalam hadis Nabi saw. melalui penuturan Abu Hurairah ra.:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 130%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;«&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;HR Muslim&lt;/strong&gt;).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Derajat yang Harus Diraih&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita patut merenungkan kembali firman Allah SWT:&lt;/p&gt;  &lt;p dir="rtl" style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 130%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana puasa itu diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS al-Baqarah [2]: 183&lt;/strong&gt;).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari ayat ini, tanpa harus melalui pengkajian mendalam kita memahami bahwa target akhir dari pelaksanaan kewajiban shaum adalah takwa. Artinya, shaum adalah medium sekaligus momentum perubahan untuk mewujudkan individu dan masyarakat yang bertakwa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ayat tersebut diserukan kepada orang-orang yang beriman. Ini mengisyaratkan bahwa puasa akan mengantarkan pada ketakwaan jika dilakukan atas dorongan keimanan. Amal-amal Ramadhan akan bermakna dan berpengaruh jika didasari oleh keimanan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sayangnya, justru di sinilah yang menjadi kelemahan selama ini. Prosesi, ritual dan aktivitas Ramadhan sering tidak didasari oleh iman. Puasa dijalankan sering karena alasan sudah menjadi tradisi, bukan karena keimanan dan harapan akan ridha-Nya. Ramainya majelis zikir dan pengajian bisa jadi lebih karena terbawa suasana religius Ramadhan, bukan didasari oleh keyakinan bahwa semua itu adalah bagian dari kewajiban mengkaji Islam, dakwah, amar makruf nahi mungkar. Program-program religi mungkin diadakan lebih karena alasan bisnis, bukan karena keyakinan sebagai bagian dari kewajiban mewujudkan kehidupan yang islami. Penutupan tempat-tempat maksiat dan penghentian kemaksiatan pun dilakukan untuk menghormati kesucian Ramadhan karena toleransi, bukan didasari oleh keyakinan bahwa segala bentuk kemaksiatan besar ataupun kecil akan mendapatkan azab Allah kelak di akhirat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bisa juga Ramadhan selama ini menjadi kurang bermakna dan lemah pengaruhnya karena realitas takwa yang menjadi hikmah puasa itu sendiri belum dihayati. Ketakwaan adalah hikmah dari puasa. Mereka yang berpuasa harus senantiasa memperhatikan dan mengupayakan secara maksimal agar ketakwaan terwujud dalam dirinya. Ketakwaan adalah derajat yang paling mulia bagi hamba yang beriman. Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0mm 0mm 0.0001pt 36pt; text-align: right; text-indent: 27pt; line-height: 130%;" align="right"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS al-Hujurat [49]: 13&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Takwa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Takwa berasal dari kata &lt;em&gt;waqâ-yaqî-waqyan&lt;/em&gt;, yang dalam bahasa Arab diubah menjadi taqwa untuk membedakan antara isim dan sifat, yang meliputi makna: menjaga, menjauhi, takut dan berhati-hati. Dalam takwa itu rasa takut dan cinta kepada-Nya menyatu; berjalan seiring dan saling berkelindan. Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, takwa kepada Allah itu bukan dengan terus-menerus shaum di siang hari, shalat di malam hari atau sering melakukan kedua-duanya; takwa kepada Allah tidak lain adalah dengan meninggalkan apa saja yang Allah haramkan dan menunaikan apa saja yang Allah wajibkan. Siapa yang melakukan kebaikan setelah itu, itu adalah tambahan kebaikan di atas kebaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Para Sahabat yang mulia, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib kw., sering menyatakan bahwa takwa adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 130%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;اَلْخَوْفُ مِنَ الْجَلِيْلِ وَ الْعَمَلُ بِالتَنْزْيِلِ وَ اْلإِسْتِعْدَادُ لِيَوْمِ الرَّحِيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(&lt;em&gt;Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan al-Quran; menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]&lt;/em&gt;).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan kata lain, takwa adalah kesadaran akal dan jiwa serta pengetahuan syar’i akan wajibnya mengambil halal-haram sebagai standar bagi seluruh aktivitas dan merealisasikannya secara praktis (’&lt;em&gt;amalî&lt;/em&gt;) di tengah-tengah kehidupan. Nilai esensial dari seluruh ibadah wajib dan sunnah pada bulan Ramadhan ini harus mewujud dalam sebuah spektrum jiwa yang pasrah, tunduk dan sepenuhnya berjalan di bawah kesadaran ketuhanan (&lt;em&gt;ihsân&lt;/em&gt;). Semua ini bermuara pada sebuah kesadaran bahwa Allahlah satu-satunya yang wajib disucikan (dengan hanya beribadah kepada-Nya) baik di kesunyian ataupun di keramaian; dalam kesendirian maupun berjamaah; di waktu malam ataupun siang; dalam keadan sempit atau lapang; di daratan ataupun di lautan. Semua itu mengalir sampai ujung batas kesempatan hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketakwaan Personal dan Sosial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Takwa harus tercermin dalam kesediaan seorang Muslim untuk tunduk dan patuh pada hukum Allah. Kesediaan kita untuk tunduk dan patuh pada seluruh hukum syariah Islam inilah realisasi dari ketakwaan dan kesalihan personal kita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Secara personal, hukum syariah seperti shalat, puasa, zakat, memakai jilbab, berakhlak mulia, berkeluarga secara islami; atau bermuamalah seperti jual-beli, sewa-menyewa secara &lt;em&gt;syar’i &lt;/em&gt;dan sebagainya bisa dilaksanakan saat ini juga. Begitu ada kemauan, semua itu bisa dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun, dalam konteks sosial, banyak hukum syariah yang saat ini seolah begitu sulit dilakukan, seperti:&lt;/p&gt;  &lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Peradilan/persanksian      (misal: &lt;em&gt;qishâsh&lt;/em&gt;, potong tangan bagi pencuri, cambuk/&lt;em&gt;rajam &lt;/em&gt;bagi      pezina, cambuk bagi peminum khamr, dsb).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Ekonomi (misal: hukum tentang      kepemilikan, pengelolaan kekayaan milik umum, penghapusan riba dari semua      transaksi, dsb).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Politik Luar Negeri (misal:      dakwah ke luar negeri dan jihad/perang).&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kewarganegaraan (misal:      hukum tentang status kafir &lt;em&gt;dzimmi&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;musta’min&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;mu’âhad&lt;/em&gt;).&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Kaum Muslim sesungguhnya diperintahkan untuk menjalankan semua hukum syariah tersebut. Kaum Muslim juga diperintahkan untuk memutuskan semua perkara di tengah-tengah masyarakat dengan hukum-hukum Allah. Sebagaimana hukum-hukum yang bersifat personal wajib dilaksanakan, demikian pula dengan hukum-hukum yang bersifat sosial. Hanya saja, semua hukum yang terkait dengan pengaturan masyarakat di atas adalah kewenangan penguasa/pemerintah, bukan kewenangan individual/personal. Karena itu, justru di sinilah pentingnya kaum Muslim memiliki penguasa (yakni Khalifah) dan sistem pemerintahan yang sanggup menerapkan hukum-hukum Islam di atas (yakni Khilafah). Inilah wujud ketakwaan kita secara sosial. Ketakwaan dan kesalihan sosial ini dengan sendirinya mendorong kita untuk gigih memperjuangkan penerapan semua hukum-hukum Allah terkait dengan masalah sosial kemasyarakatan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama bulan Ramadhan ini, kita secara ruhiah memang dilatih untuk meningkatkan ketundukan dan ketaatan pada syariah. Pada bulan Ramadhan ini, hal-hal yang notabene biasa kita lakukan di luar Ramadhan—seperti makan, minum dan berhubungan suami-istri—ternyata bisa kita tinggalkan. Jika yang halal saja (di luar Ramadhan) bisa kita tinggalkan pada bulan Ramadhan ini, apalagi yang haram. Jika yang sunnah seperti shalat tarawih, sedekah dan sebagainya saja bisa kita lakukan, apalagi yang wajib. Artinya, dengan kemauan yang besar, semua hukum syariah yang Allah bebankan kepada kita, pasti bisa kita laksanakan. Ramadhan yang segera akan menyapa kita adalah madrasah untuk mewujudkan itu semua.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya, marilah kira merenungkan firman Allah SWT:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-left: 21.3pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 130%; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 130%;" lang="AR-SA"&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, Kami akan membukakan pintu keberkahan atas mereka dari langit dan bumi&lt;/em&gt;&lt;/i&gt; (&lt;strong&gt;QS al-A’raf [7]: 96&lt;/strong&gt;).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-1207517186188957935?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/1207517186188957935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=1207517186188957935' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/1207517186188957935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/1207517186188957935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/08/ramadhan-mulia.html' title='Ramadhan Mulia'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-7187228425828174950</id><published>2008-08-15T08:00:00.004+08:00</published><updated>2008-08-15T08:11:33.734+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='psikologi berkawan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etika berteman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teman sejati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hakekat persaudaraan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsep berkawan dalam islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harmonisasi berteman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nasehat'/><title type='text'>TEMAN SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKTJmezKapI/AAAAAAAAAD8/6f7nN5BF6os/s1600-h/RUMI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKTJmezKapI/AAAAAAAAAD8/6f7nN5BF6os/s200/RUMI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234530329851226770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A friend in need is a friend indeed&lt;/span&gt;. Demikian pepatah dalam bahasa inggris yang sarat makna. Teman yang hadir ketika kita sedang membutuhkan kehadiran dan bantuannya adalah teman kita yang sesungguhnya, teman sejati. Teman sejati adalah teman yang menemani kita baik di kala suka maupun duka. Teman sejati adalah teman yang hadir mensupport kita di masa - masa sulit yang kita hadapi, bukan hanya hadir ketika mereka sedang membutuhkan bantuan kita.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shadiiquka man shadaqaka; laa man shaddaqaka. &lt;/span&gt;Demikian pepatah dalam bahasa Arab yang bermakna dalam. Teman sejatimu adalah orang yang senantiasa berkata benar kepadamu, bukan orang yang senantiasa membenarkanmu. Teman sejati adalah teman yang berani mengatakan bahwa kita salah apabila kita melakukan kesalahan meskipun barangkali untuk itu ia memepertaruhkan pertemanannya dengan kita. Teman sejati bukanlah teman yang “asal teman senang” (meminjam istilah yang dipolulerkan Bung Karno: “Asal Bapak Senang”) yang senantiasa mengamini dan mendukung apapun yang kita lakukan meskipun ia tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Addiinu an-nashiihah&lt;/span&gt;. Agama adalah kesetiaan. Demikian sabda rasulullah SAW yang terkenal. Ketika beliau ditanya oleh sahabat: kesetiaan terhadap siapa, wahai Rasul?, beliau menjawab: kesetiaan kepada Allah, kepada Kitab-Nya, kepada Rasul-Nya, kepada pemimpin pemimpin umat Islam, dan kepada semua umat Islam. Dalam banyak kitab syarah hadits disebutkan bahwa an-nashiihah berarti iraadatul khair ma’al ghair; menghendaki kebaikan pada orang lain. Dari sinilah kata nasehat muncul dalam bahasa Indonesia . Ketika kita melihat ada orang orang yang kita cintai melakukan kesalahan, maka kita tidak rela mereka kekal dalam kesalahan mereka. Kita ingin mereka menjadi baik. Keinginan itu berangkat dari kesetiaan kita, cinta tulus kita yang dalam kepada mereka. Maka jadilah kita menasehati mereka, mengatakan kepada mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, dan pada saat yang bersamaan kita tunjukkan kepada mereka bagaimana seharusnya mereka berlaku benar. Inilah inti agama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, dalam hidup kita sehari hari, sebagai manusia, kita tidak mungkin luput dari kesalahan; baik disengaja maupun tidak disengaja. Kebanyakan, terutama kesalahan yang tidak kita sengaja, pastilah sulit kita menyadarinya. Di sinilah dibutuhkan hadirnya orang orang di sekeliling kita yang mau meluruskan langkah kita, mau menegur dan menasehati kita. Demi masa; sesungguhnya manusia sungguh berada dalam kerugian; melainkan orang yang yang beriman, beramal kebaikan, dan mereka yang saling berwasiat dalam kebenaran dan saling berwasiat dalam ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah orang orang yang disatukan oleh Allah dalam sebuah pola pertemanan yang dilandasi dengan konsep konsep tersebut di atas. Sesungguhnya, ketika seluruh umat manusia menjalin hubungan antar mereka dengan konsep tersebut di atas, selesailah perang antara anak turun Adam a.s. dan anak turun Iblis laknatullah alaih, dengan kemenangan mutlak di fihak anak turun Adam a.s. Maka anak turun Iblis tidak akan pernah tinggal diam. Ketika ada seseorang melakukan kesalahan kemudian temannya berusaha menasehatinya, maka Iblis akan berusaha dengan segala macam cara untuk menghentikannya. Ia akan berusaha membisikkan kepada orang yang melakukan kesalahan, bahwa temannya yang berusaha menasehati itu sesungguhnya adalah musuhnya; ingin mencelakakannya, tidak ingin melihat ia bahagia, dst.&lt;br /&gt;Kepada yang menasehati, iblis akan berusaha menghentikan usahanya, membelokkan niatannya, atau mendorong dorong ia agar ia terlalu ”bernafsu” dalam memberi nasehat; sehingga bukan nasehat dan jalan keluar dari kesalahan yang ia tawarkan kepada temannya yang sedang melakukan kesalahan, tetapi tuduhan dan penghakiman yang diterimakan. Jika yang terakhir ini yang terjadi, bukannya kebaikan yang diperoleh, justru sebaliknya: kekekalan dalam kesalahan dan terputusnya persaudaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, marilah kita bangun persaudaraan dan pertemanan kita dengan berlandasakan asas asas pertemanan di atas; dan dalam perjalanannya, baik ketika menjadi yang dinasehati atau yang menasehati, ingatlah selalu bahwa Iblis akan senantiasa memecah belah persaudaraan kita; bagaimanapun caranya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-7187228425828174950?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/7187228425828174950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=7187228425828174950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/7187228425828174950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/7187228425828174950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/08/teman-sejati.html' title='TEMAN SEJATI'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKTJmezKapI/AAAAAAAAAD8/6f7nN5BF6os/s72-c/RUMI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-2661652002386549354</id><published>2008-08-14T08:08:00.004+08:00</published><updated>2008-08-14T08:17:53.537+08:00</updated><title type='text'>HIKMAH KESEHATAN DI DALAM SHALAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKN4714YfmI/AAAAAAAAAD0/dQoEFKqs63M/s1600-h/Ka%27bah1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKN4714YfmI/AAAAAAAAAD0/dQoEFKqs63M/s200/Ka%27bah1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234160161405828706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Menurut Al-Quranul Karim, shalat adalah satu-satunya cara untuk membersihkan jiwa dan raga manusia seperti firman Allah SWT dalam Surat Al Muddatstsir ayat 4-5:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;RAsulullah telah memberikan contoh cara shalat sebagaimana diriwayatkan oleh H.R. Bukhari:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Shalatlah kamu sebagaimana kamu lihat aku bershalat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sikap tubuh ketika melakukan salat sebagaimana telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW, adalah suatu sikap tubuh yang paling sempurna da paling ideal untuk mencapai kesempurnaan kesehatan lahiriah dan batiniah.Ditinjau dari sudut ilmu kesehatan, setiap gerakan, setiap sikap, serta perubahan dalam gerak dan sikap tubuh pada waktu melaksanakan salat adalah yang paling sempurna dalam memelihara kondisi kesehatan tubuh kita. Seperti pendapat Prof. Dr. Vonschreber berikut bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Gerakan-gerakan dalam sembahyang menurut agama Islam adalah suatu cara untuk memperoleh kesehatan dalam arti kata dan pengertian yang luas sekali. Ia mencakup semua gerakan dengan tujuan untuik mempertinggi daya prestasi tubuh. Apalagi kerakan yang sama diulang sebanyak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kali sehari. Gerakan badan yang demikian menghasilkan tubuh kita mendaptkan bentuk yang bagus dan sekaligus menjadi lembut dan lincah disamping mudah bererak serta menambah kekuatan dan daya tahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Berikut akan kami uraikan manfaat dari setiap gerak dan sikap badan pada waktu mengerjakan shalat sesuai yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW menurut ilmu kesehatan modern.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;1. Berdiri Setelah Mengucapkan Takbiratul Ihram&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah mengucapkan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, maka sebagai tanda penghormatan terhadap Allah SWT, kedua tangan dilipat didada sedemikian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rupa dengan pergelangan tangan kanan diletakkan di atas punggung tangan kiri, serta telapak tangan kanan menggenggam pergelangan tangan kiri. Sikap tangan yang demikian ini disebut ‘Waj’alyadain ihda-huma ‘lala-ukhra” yang artinya menempatkan satu tangan di atas yang lain (bersedekap). Sikap bersedekap yang terbaik adalah seperti pendapat Imam Abu Hanifah, yaitu kedua tangan dilipat di atas daerah pusar (umbilicus) atau sedikit di bawahnya. Dan bukan di atas dada atau bahkan membiarkan kedua tangan tergantung di kedua sisi tubuh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sikap tangan seperti yang disarankan Imam Abu Hanifah adalah yang paling dianjurkan dalam ilmu kedokteran. Karena sikap tangan yang demikian merupakan sikap rileks atau istirahat yang paling sempurna bagi kedua tangan. Dengan posisi ini sendi siku (articulatio-cubiti) dan sendi pergelangan tangan (articulatio-metacarpalia) serta otot-otot dari kedua tangan berada dalam keadaan istirahat penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sirkulasi darah, terutama aliran darah kembali ke jantung serta produksi getah bening dan air jaringan yang terkumpul dalam kantong-kantong (bursa) kedua persendian itu, menjadi lebih baik dan lancar serta dapat menghindarkan timbulnya berbagai penyakit persendian, seperti penyakit kekakuan sendi (rematik).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sikap tangan seperti ini tidak mengakibatkan capek, lelah atau nyeri pada kedua tangan, sehingga pemusatan pikiran kepada yang disembah dapat lebih khusyu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;2. Ruku’&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah mengucapkan takbir, tubuh dilengkungkan membentuk siku serta meletakkan kedua telapak tangan di atas kedua lutut, sehingga belakang atau punggung dan kepala terletak pada satu garis lurus dan dagu diletakkan di atas tulang dada (sternum). Sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al Haitsami dalam majmauz Zawaaid berbunyi sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Bila ruku, sekiranya diletakkan segelas air di atas punggung beliau, tidak akan bergerak dari tempatnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dengan sikap ruku yang demikian, maka tulang belakang (vertebrae) akan tetap berada dalam kondisi yang baik, oleh sebab persendian di antara badan-badan ruas tulang belakang (corpus vertebrae) menjadi lemah lentur, serte mencegah melekatnya tulang kelangkang (os sacrum) dan tulang tungging (os coccygeus) hal mana dapat mengakibatkan kesulitan terutama bagi wanita yang hendak melahirkan. Bila tulang belakang dan tulang tungging ini telah melekat erat satu sama lain hingga persendian di antara tulang itu telah menjadi kaku, maka ruang panggul keluar relative menjadi kecil dan sempit. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan sikap ruku’ yang baik, maka otot-otot punggung dapat berkontraksi sama rata dan serentak sehingga penyakit membengkoknya tulang punggung (scoliose) yang sering timbul pada anak-anak yang disebabkan sikap duduk yang salah pada waktu menulis atau membaca dapat dihindarkan atau bahkan disembuhkan. Demikian juga dengan kelainan di mana tulang punggung terlalu melentur ke depan (lordosis) yang dapat menimbulkan penyakit &lt;i style=""&gt;albuminuria lordotica&lt;/i&gt;, yaitu keluarnya zat telur di dalam air kemih pada orang muda yang disebabkan oleh karena waktu berdiri ruas tulang punggungnya melengkung ke depan dan menekan buah pinggang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sujud&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah sikap ruku’ adalah sikap sujud, dimana jari-jari kedua tangan dan kaki nseta kedua lutut dan dahi bertumpu di atas lantai. Pada waktu melakukan sikap sujud ini, kedua tangan seharusnya diletakkan di samping atau di pinggir lutut kiri dan kanan, dan tidak di depan lutut bahkan sering diletakkan jauh ke depan, di sampng kepala. Dengan meletakkan kedua tangan di samping lutut, maka tiap kali bersujud, kemidian bangkit kembali dari sikap sujud, seluruh berat badan akan terpikul sepenuhnya oleh otot-otot kedua tangan, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bahu, juga oleh otot-otot dada. Selanjutnya otot-otot perut , punggung, leher, dan otot-otot jari tangan .&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bersujud dengan meletakkan jari-jari tangan atau telapak tanan di samping lutut, kemudian semua otot tersebut diatas akan berkontraksi, hal mana mengakibatkan bukan saja otot-otot akan menjadi besar dan kuat, sehingga ketika melakukan pernafasan paru-paru akan berkembang sempurna, akan tetapi urat-urat darah sebagai pembuluh nadi (arteria) dan pembuluh darah balik (venae) serta urat-urat getah bening (lympha) akan terpijt atau terurut, sehingga peredaran darah dan lympha menjadi lancar di dalam anggota badan tersebut. Dan membantu pekerjan jantung serta menghindarkan mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah (arteriosclerosis).&lt;i style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu hal yang menakjubkan dengan sikap sujud ini adalah sirkulasi atau aliran darah di dalam otak, yang mana dengan sikap sujud ini otak akan mendapat lebih banyak darah. Sehingga dinding dari urat-urat nadi otak dapat dilatih dan dibiasakan dengan menerima darah yang relative lebih banyak dari biasa, sehingga kematian yang sekonyong-konyong yang disebabkan oleh pecahnya urat-urat nadi otak (opoplexia cerebri) dapat dihindarkan. Terutama oleh emosi, amarah dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Duduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sikap duduk terbagi dua: yaitu duduk antara dua sujud atau disebut duduk &lt;i style=""&gt;iftirosy&lt;/i&gt;, dan duduk tasyahud/tahiyat akhir yang disebut juga duduk &lt;i style=""&gt;tawarruk&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;- Pada duduk iftirosy, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada sikap duduk ini sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha (musc. glutaeus maximusmedius, musc. obturator externus-internus, musc.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perilormis) dimana di dalamnya terdapat salah satu saraf pangkal paha yang besar (nervus ishisdicus), diatas kedua tumit kaki kita. Tumit yang dilapisi oleh sebuah otot (musc. Triceps surae) yang berfungsi sebagai bantal, akan menekan otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha yang besar itu, sehingga saraf pangkal paha ini terpijat (massage).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pijatan ini dapat menghindarkan dan menyembuhkan suatu penyakit saraf pangkal paha (neuralgia) yang menyebabkan rasa sakit, nyeri, dan menusuk, hingga tidak dapat berjalan. Penyakit ini disebut &lt;i style=""&gt;Ischias&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Demikian pula urat-urat nadi dan pembuluh-pembuluh darah balik yang terdapat di lingkungan paha dapat terurut dan terpijat, sehingga aliran darah, terutama darah yang mengalir kembali ke jantung, dapat diperlancar, sehingga dapat menghindarkan timbulnya penyakit &lt;i style=""&gt;wasir&lt;/i&gt; (haemorrhoides = gembung pembuluh darah balik poros usus, lantaran pembendungan darah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;- Duduk tawarruk,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada sikap duduk tawarruk ini tumit kaki kiri harus menekan pada daerah perineum, yaitu daerah penutup dasar panggul (bagian tubuh depan lobang pelepasan). Sedangkan punggung kaki kanan harus diletakkan di atas telapak bagian depan kaki kiri dan tumit kaki kanan menekan pada pangkal paha (bokong) sebelah kanan, dan jari-jari kaki kanan baerdiri di atas lantai. Yang terpenting dalam sikap duduk tawarruk ini adalah bahwa kita duduk dengan daerah perineum di atas tumit kaki kiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bila ditinjau dari sudut ilmu kesehatan, pijatan pada daerah perineum oleh tumit kaki kiri dalam dikap duduk tawarruk sangat besar manfaatnya bagi kesehatan laki-laki dan perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penyakit-penyakit seperti wasir yang sering diderita oleh wanita hamil disebabkan oleh tekanan kepala bayi terhadap pembuluh-pembuluh darah di daerah pelepasan, maupun di bibir besar dan kecil kamaluan (labia majora et minora), maupun penyakit tersembul keluarnya seluruh dinding liang dubur (prolapsusrecti), atau rahim tersembul keluar (prolapsus uteri), atau liang sanggama yang tersembul keluar (prolapsus vaginae) dan dubur tersembul keluar (prolapsus ani). Dengan adanya pijatan oleh tumit pada daerah perineum ini, kekenyalan dan kelenturan otot-otot di daerah perineum yang menjadi berkurang akibat proses kelahiran bayi, dapat dikembalikan secara alamiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagi kaum pria, sikap duduk tawarruk memberikan manfaat bagi kesehatan di bagian anggota kelamin yang penting. Misalnya pijitan pada aliran kandung kemih (urethra), dapat memperkuat otot-otot dinding saluran kamih dan mempermudah pembuangan air kecil dan menghilangkan sumbatan-sumbatan (stricture) yang ada di dalam saluran ini. Pijatan pada kelenjar alat kelamin laki-laki (prostate), dapat menghindarkan penyakit pembengkakan kelenjar kelamin (hypertrophia prostate) yang sering diderita laki-laki berusia di atas 40 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pijatan pada pembuluh tempat keluarnya mani (vas deferens), akan memperlancar aliran mani bila saluran ini tersumbat sehingga mani sedikit atau tidak ada yang dipancarkan (azoospermia = aspermatismus). Pijatan pada daerah bulbus corporis cavernosa, menyebabkan bagian kemaluan laki-laki ini dapat terisi lebih banyak darah, sehingga batang dan terutama zakar (glanspenis) menjadi lebih keras dan kencang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pijatan terhadap testis dan epididymis merangsang kedua anggota kemaluan laki-laki ini memproduksi lebih banyak mani yang sehat dan hidup, terutama bila pria tersebut mandul karena mani yang dipancarkan tidak mengandung sel mani yang hidup (necrospermia). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selanjutnya sikap jari kaki kanan yang berdiri di atas lantai sewaktu duduk tawarruk , menguatkan otot-otot dari kedua telapak kaki, sehingga menghindarkan timbulnya penyakit kaki bertelapak rata (pes-planus), di mana seluruh telapak kedua kaki menapak rata ke tanah. Hal ini dapat menimbulkan perasaan pegal, linu, sakit dan cepat lelah pada kedua kaki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;5. Salam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya, sambil membaca salam &lt;i style=""&gt;Assalamu ’alaikum warahmatullohi wabarakatuh&lt;/i&gt;, kepala dipalingkan sejauh mungkin ke kanan dan ke kiri. Sikap demikian sangat menguatkan otot-otot leher dan kuduk. Kontraksi otot-otot pada daerah ini memperlancar sirkulasi darah terutama untuk mengeluarkan za-zat racun yang terdapat di dalam otot kepala yaitu melkzuur = acidum lacticum, yang menyebebkan perasaan capek, kaku, dan linu di bagian kepala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Semua penyakit-penyakit yang di sebutkan di atas, dapat dihindarkan dengan sikap shalat yang benar dan dengan pengulangan-pengulangan pada setiap rakaat, serta perubahan-perubahan sikap dalam shalat yang menyebabkan otot-otot berkontraksi. Kontraksi otot-otot ini diperlukan untuk rehabilitasi dan perbaikan hjaringan-jaringan yang rusak, oleh proses pemisahan adenosine-triphosphorzuur menjadi adenosine dan diphosphorzuur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-2661652002386549354?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/2661652002386549354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=2661652002386549354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/2661652002386549354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/2661652002386549354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/08/hikmah-kesehatan-di-dalam-shalat.html' title='HIKMAH KESEHATAN DI DALAM SHALAT'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKN4714YfmI/AAAAAAAAAD0/dQoEFKqs63M/s72-c/Ka%27bah1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-1957066442110480205</id><published>2008-08-06T10:04:00.006+08:00</published><updated>2008-08-13T23:57:14.296+08:00</updated><title type='text'>Cinta dan Perkawinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMDLc6j1FI/AAAAAAAAADk/oNUwDVpmv-o/s1600-h/w4_800.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMDLc6j1FI/AAAAAAAAADk/oNUwDVpmv-o/s400/w4_800.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234030687209903186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cnurlatif%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Plato bertanya akan cinta dan kehidupan …&lt;br /&gt;Suatu hari, Plato bertanya pada gurunya, “Apa itu cinta? Bagaimana saya menemukannya? Gurunya menjawab, “Ada ladang gandum yang luas didepan sana. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian&lt;br /&gt;ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?” Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja,dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwa ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya kemudian menjawab ” Jadi ya itulah cinta”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya,”Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya pun menjawab “Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya bertanya, “Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plato pun menjawab, “sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya”&lt;br /&gt;Gurunya pun kemudian menjawab, “Dan ya itulah perkawinan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOTE&lt;br /&gt;Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan… tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kita mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kita dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-1957066442110480205?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/1957066442110480205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=1957066442110480205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/1957066442110480205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/1957066442110480205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/08/cinta-dan-perkawinan.html' title='Cinta dan Perkawinan'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMDLc6j1FI/AAAAAAAAADk/oNUwDVpmv-o/s72-c/w4_800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-2149570905288130538</id><published>2008-07-31T09:43:00.004+08:00</published><updated>2008-08-14T00:10:50.540+08:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMHcQz4VSI/AAAAAAAAADs/N4ei72ZL2GY/s1600-h/Picture4.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMHcQz4VSI/AAAAAAAAADs/N4ei72ZL2GY/s200/Picture4.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234035374064948514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Komunikasi langkah awal memecahkan masalah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sebagai makhluk sosial, maka komunikasi adalah suatu hal yang penting.Komunikasi akan membentuk hubungan satu sama lain, membangun hubungansatu sama lain. Dengan komunikasi itu pula, kepercayaan antara satudengan yang lain dapat ditumbuhkan. Komunikasi adalah awal dari suatulangkah untuk melakukan pemecahan masalah yang kita hadapi.Seorang dokter berkomunikasi dengan pasiennya dalam rangka ingin memecahkan masalah yang dihadapi oleh pasien. Sudah pasti antara dokter dan pasien ini harus terbangun komunikasi yang baik.Bagaimana seandainya komunikasi itu tidak terbangun dengan baik atau malah terputus ? Beberapa tahun yang lalu kita mendengar Kabel komunikasi bawah laut terputus karena suatu hal, apa dampak yang muncul ? Orang-orang tidak dapat melakukan komunikasi dengan baik, karena kabel penghubung untuk melakukan komunikasi itu tidak ada, alias rusak.Salah melakukan komunikasi akan berakibat fatal. Suatu bisnis sudah lama terbentuk dapat hancur karena komunikasi yang salah yang dilakukan oleh suatu perusahaan dengan konsumennya atau dengan perusahaan lainnya. Sehingga komunikasi sangat menentukan sekali nasib perkembangan suatu perusahaan ke depan.Agar komunikasi yang kita lakukan merupakan komunikasi yang baik, maka ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan ketika kita melakukan komunikasi. Antara lain adalah sebagi berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Berkomunikasi dengan jelas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tujuan dasar komunikasi itu sendiri adalah untuk menyampaikan sesuatu ke lawan komunikasi kita dengan maksud agar sesuatu itu tersampaikan dengan baik. Karena itu isi dari komunikasi itu harus dapat tersampaikan dengan baik dan jelas. Kita sampaikan sesuai dengan kemampuan lawan bicara kita dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti. Tidak menimbulkan pemahaman-pemahaman yang akan menimbulkan maksud yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Berkomunikasi sesering mungkin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berkomunikasi pun perlu dibangun sesering mungkin. Dengan komunikasi ini pemahaman lawan bicara kita dapat kita bangun sedikit demi sedikit. Bertahun-tahun Rasulullah SAW membangun komunikasi dengan para sahabat untuk memberikan pemahaman tentang Al-Quran. Memberikan penjelasan sesuatu dan kemudian anda menginginkan lawan bicara anda langsung paham dengan apa yang anda maksudkan adalah kesalahan besar. Bisa jadi lawan bicara anda paham dengan apa yang anda sampaikan, akan tetapi tidak sesuai dengan harapan yang anda inginkan.Karena itu syarat agar komunikasi kita menjadi optimal adalah melakukannya berulang-ulang dan sesering mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Dengarkan dengan baik&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu kunci keberhasilan dari komunikasi yang akan anda bangun. Dengarkan apa yang diungkapkan oleh lawan bicara anda, sehingga anda akan menangkap apa yang tersimpan di dalam fikiran lawan bicara anda. Komunikasi adalah suatu proses dua arah, ada yang memberikan informasi dan ada yang menerima informasi.Seorang dokter yang baik adalah yang dia bisa mendengarkan keluhan si pasien dengan baik. Mendengarkan keluhan-keluhannya dengan baik, dan akhirnya memberikan solusi yang paling tepat buat si pasien.Memahami lawan bicara dengan baik, sebelum mereka memahami kitaSalah satu kesuksesan komunikasi adalah ketika kondisi, sifat atau karakter lawan komunikasi kita, kita pahami dengan baik. Kita tahu apa kebutuhan dan apa kesulitan lawan bicara kita. Apa yang diperlukan apa yang tidak diperlukannya. Sehingga kita akan tahu, apa alasan utama ketika lawan bicara kita mengungkapkan sesuatu yang bisa jadi tidak sepaham dengan keinginan kita. Tanpa paham kondisi lawan bicara kita, solusi yang akan kita dapatkan jauh dari apa yang kita harapkan.Mempunyai poin dan goal yang samaKomunikasi tanpa melakukan poin dan goal yang sama akan memberikan komunikasi yang tanpa arah. Karena itu ketika kita melakukan komunikasi definisikan dengan jelas. Untuk apa anda berkomunikasi ? Definisikan dengan jelas, poin apa yang anda kehendaki. Sampaikan poin dan goal kepada lawan komunikasi anda, sehingga komunikasi anda akan selesai sesuai dengan keinginan anda dan lawan bicara anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-2149570905288130538?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/2149570905288130538/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=2149570905288130538' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/2149570905288130538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/2149570905288130538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/07/pentingnya-membangun-komunikasi.html' title='PENTINGNYA MEMBANGUN KOMUNIKASI'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_wyQ061cKFLI/SKMHcQz4VSI/AAAAAAAAADs/N4ei72ZL2GY/s72-c/Picture4.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-6247290587403766165</id><published>2008-06-29T10:07:00.005+08:00</published><updated>2008-07-03T19:18:23.415+08:00</updated><title type='text'>POLITIK DAN PEMERINTAHAN ARAB SEBELUM ISLAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SGy1Az02SQI/AAAAAAAAADU/lEYG-cQfGPA/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SGy1Az02SQI/AAAAAAAAADU/lEYG-cQfGPA/s400/Picture1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218745093732059394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketika Nabi Muhammad saw dilahirkan pada tahun 570 M, tak satu pun negara besar di wilayah itu memikirkan Arab. &lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt; dan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; keduanya disibukkan pertengkaran mereka yang melelahkan, yang berakhir sesat sebelum kematian &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nabi&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Muhammad&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; saw . Keduanya bersemangat untuk mengolah wilayah Arab di selatan jazirah, yang kini disebut Yaman . Kerajaan Arab Selatan agak berbeda dibanding lainnya: bagian ini mendapatkan hujan, sehingga lebih subur dan memiliki kebudayaan yang kuno sekaligus canggi. Namun stepa-stepa Arab yang keras merupakan wilayah liar yang menakutkan , dihuni oleh ras manusia yang masih liar , yang oleh bangsa Yunani disebut “Sarakenoi”, orang-orang yang tinggal di tenda-tenda. Baik &lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt; maupun &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; belum pernah mempertimbangkan untuk menguasai wilayah ini dan tak seorangpun bermimpi bahwa wilayah itu akan melahirkan sebuah agama dunia baru,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera menjadi kekuatan dunia yang besar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sesungguhnya ,Arab dianggap sebagai daerah tak bertuhan dan tak satu agama pun yang lebih maju dan modern berhasil di daerah itu. Memang ada beberapa suku Yahudi yang diragukan asal-usulnya tinggal di wilayah pertanian Yatsrib(kelak menjadi kota Madinah), Khaibar dan Khandak; namun orang-orang Yahudi ini hampir tak dapat dibedakan dari tetangga Arab mereka yang menyembah berhala, disamping agama mereka memang masih belum sempurna.Di tanah yang telah beradab , banyak suku Arab yang beralih ke Kristen, dan di abad ke – 4 mereka membangun Gereja Syria mereka sendiri. Namun pada umumnya suku Arab Badui di gurun Arabia sangat curiga pada Judaisme dan Kristenitas, meskipun mereka menyadari bahwa agama-agama ini lebih canggih dibanding agama mereka .Mereka tahu bahwa negara-negara besar seperti Persia dan Byzantium telah siap menggunakan agama mereka sebagai alat kontrol imperialisme. Ini sangat tampak di Kerajaan Arab Selatan , yang telah kehilangan kemerdekaannya di tahun 570 , tahun kelahiran &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nabi&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Muhammad&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; saw.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kerajaan Kristen Byzantium telah menjadikan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Abyssinia&lt;/st2:city&gt;, &lt;st2:country-region st="on"&gt;Ethiopia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; modern, sebagai rekan ketika mereka beralih ke suatu bentuk &lt;st1:givenname st="on"&gt;Kristen&lt;/st1:givenname&gt; yang disebut Monophysitisme (sifat Ketuhanan) . &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; tidak lagi menerapkan ajaran itu di negara sendiri , tetapi senang menggunakannnya untuk melanjutkan ambisi imperialisnya ke luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri. Dengan berafiliasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan Abyssinia, &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; mendorong pemimpinnya, Negus, untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memasuki Yaman dan menjadikan negara itu di bawah perintah kerajaan Konstantinopel. Bukannya berdiri di kaki mereka sendiri , suku-suku Arab Selatan memohon pada Persia untuk menolong mereka melawan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ancaman Abyssinia, dan orang-orang Persia menyambut permohonan ini dengan gembira. Bangsa &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; juga menggunakan agama sebagai senjata ideologi dalam perjuangan kerajaan. Mereka lebih cenderung pada Judaisme dari pada &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kristen&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Byzantium&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tahun 510 Yusuf As’ai, Raja Arab Selatan, beralih ke Judaisme dan dikenal sebagai &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Dzu&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Nawas&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;. Namun tawaran akan perlindungan &lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt; ini gagal ketika kerajaan Yahudi itu jatuh ke &lt;st2:place st="on"&gt;Abyssinia&lt;/st2:place&gt; di tahun 525 : rajanya yang muda dan tampan, dikatakan, telah menunggang kudanya menuju laut dengan putus asa, sampai kuda dan penungganngnya hilang ditelan ombak . Arab Selatan menjadi Provinsi Abyssinia dan rakyatnya terus menerus memohon pertolongan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. Akhirnya Raja Khusrun menyerbu wilayah itu tahun 570 dan Kerajaan Arab Selatan menjadi koloni &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. Kali ini , ajaran &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kristen&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Nestorianisme&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;(yang percaya bahwa Kristus memiliki dua sifat, manusia dan Tuhan, yang juga disukai oleh &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;) menjadi agama Resmi. Orang Arab Badui di wilayah Hijaz dan &lt;st2:place st="on"&gt;Najd&lt;/st2:place&gt; sangat bangga akan tetangga-tetangga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab mereka di selatan dan melihat kejatuhan mereka sebagi sebuah malapetaka . Tak terhindarkan, Judaisme dan Kristenitas menjadi sasaran kecurigaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ketidak percayaan mereka pada dua agama terdahulu ini dilipatgandakan oleh peristiwa-peristiwa di utara, di mana dua kekuatan besar itu berambisi mengamankan batas wilayah dari serangan satu sama lain dan dari bangsa Saracen yang liar, yang secara periodik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerbu tanah yang sudah mapan ini selama bertahun-tahun , terutama di musim kering. Keduanya memanfaatkan suku-suku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab di utara, yang telah beralih ke suatu bentuk Kristenitas , Byzantium telah mendorong suku-suku Arab di wilayah perbatasan untuk beralih ke keimanan yang benar dengan membangun biara-biara dan pusat-pusat pemujaan di sana. Akhirnya suku Ghassan, yang bernaung diperbatasan &lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt; pada musim dingin, beralih ke &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kristen&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Monophysite&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; dan menjadi sekutu &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;.. Mereka membangun perkemahan musim dingin di selatan di luar &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Rusafa&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;di Sergiopolis&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;, yang memiliki ruang megah bagi ketua mereka dalam &lt;st2:city st="on"&gt;gaya&lt;/st2:city&gt; &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;, yang puing-puingnya masih dapat dilihat sekarang. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Dinasti&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Ghassan&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; membentuk Buffer state(negara kecil di antara dua negara besar bermusuhan) Byzantin, yang akan mempertahankan kerajaan &lt;st1:givenname st="on"&gt;Kristen&lt;/st1:givenname&gt; dari kerajaan Zaoroaster &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. Namun &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; berhasil membalas. Suku Arab Lachmid dari &lt;st2:country-region st="on"&gt;Syria&lt;/st2:country-region&gt; timur menjadi Nestorian , kepercayaan yang juga disukai bangsa Arab di wilayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mesopotamia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Kerajaan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Dinasti&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Sassanid&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; menunjuk pemimpin-pemimpin Arab Lachmid dari sebuah buffer state untuk menjaga batas negara mereka sendiri, dengan pusatnya &lt;st1:sn st="on"&gt;di Hira.&lt;/st1:sn&gt;(Amstrong ; 2001 : 57)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kondisi Politik sebelum muncul Pemerintahan Arab Jahiliyah &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Politik Negara &lt;st2:country-region st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Persia&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:country-region&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Negara &lt;st2:country-region st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Persia&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:country-region&gt; pada saat muncul dan berkembangnya negara Quraisy hingga berdiri di Yatsrib di tangan Muhammad saw. Menghadapi berbagai dilemma, baik di dalam maupun di luar, dari tetangganya, khususnya kekaisaran &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;. Mengamati kondisi kekaisaran tersebut, pada saat itu , dapat dipastikan bahwa gaunnya mulai meredup. Pertama kali yang harus diperhatikan dalam konteks ini adalah cepatnya pergantian raja dari tahta singgasana sehingga hanya ada sedikit raja yang masyhur. Sebagian mereka hanya menduduki tahta beberapa minggu saja, bahkan beberapa hari. Salah satu dari mereka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;- atau dua dari mereka- dibunuh saat duduk dia atas kursi singgasananya. Pembunuhan dan pencongkelan mata merupakan &lt;st1:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st1:givenname&gt; memperoleh tahta bagi sebagian mereka . Sampai-sampai seseorang di antara mereka membunuh ayahnya dan beberapa saudaranya untuk dapat berkuasa.(Karim ;2002 : 186).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Imam Ath-Thabari mendeskripsikan raja-raja &lt;st2:country-region st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Persia&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:country-region&gt;:” Kaisar Abrueiz adalah seorang Kaisar yang zalim dan bejat. Kekuasaannya sampai Konstantinopel dan Afrika. Pada musim dingin, Ia bertempat tinggal di &lt;st2:city st="on"&gt;kota&lt;/st2:city&gt; Madain , sedangkan pada musim panas ia bertempat tinggal di sebuah tempat yang terletak di antara &lt;st2:city st="on"&gt;kota&lt;/st2:city&gt; Madain dan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;kota&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; Hamadzan. Ia mempunyai 12.000 gundik. Atau menurut riwayat lain 3000. gundik untuk pemuas nafsu seksualnya. Sisanya dimanfaatkan sebagai pelayan, penyanyi, dan lain sebagainya. Ia memandang hina semua manusia dan menganggap mereka bodoh. Ia juga berbuat zalim kepada anak-anaknya. Kekuasaannya berlangsung selama 32 tahun plus beberapa bulan. Ia dibunuh oleh rakyat melalui bantuan anaknya, Cheirueh yang telah membunuh 17 saudaranya. Pada zamannya, penyakit thoun merajalela. Kekuasaan yang dipegang Cheirueh hanya berlangsung 8 bulan. Kemudian ia digantikan oleh anaknya , Ardcheir atas perintah &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Cheher&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Abrueiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;. Ia hanya berkuasa selama satu tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enam bulan. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kemudian&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:middlename st="on"&gt;Cheher&lt;/st1:middlename&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Abrueiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; memegang tampuk kekuasaan , tetapi ia bukan berasal dari keluarga kerajaan. Lalu ia dibunuh. Ia menduduki singgasana hanya 40 hari. Kemudian tampuk kepemimpinan dipegang oleh Bouran, puteri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Abrueiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; bin &lt;st1:sn st="on"&gt;Hermes&lt;/st1:sn&gt; bin Kaisar Anu Chrouan. Ia menduduki singgasana selama 1 tahun 4 bulan. Setelah itu , singgasana dipegang oleh seorang laki-laki yang bernama Jassandah dari keturunan Abrueiz. Kekuasaannya kurang dari satu bulan . Kemudian tampuk kepemimpinan dipegang oleh &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Azer&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Meidkhot&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;, puteri &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Kisar Abrueiz&lt;/st2:city&gt;, &lt;st2:state st="on"&gt;ia&lt;/st2:state&gt;&lt;/st2:place&gt; dibunuh oleh Rustam dengan mencongkel kedua matanya. Ia hanya berkuasa selama 6 bulan. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Kemudian&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:sn&gt; bin &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Meher&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Jechansa&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; naik tahta, dan beberapa hari kemudian ia dibunuh. Lalu Khurdzad Khusrowan, putera Abrueiz. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Kemudian&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Phiroz&lt;/st1:sn&gt; bin &lt;st1:givenname st="on"&gt;Meher&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Jechansa&lt;/st1:sn&gt; yang dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa ia adalah raja yang berkuasa langsung setelah &lt;st1:givenname st="on"&gt;Azer&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Meidkhot&lt;/st1:sn&gt;, puteri &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Abrueiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;. Ia berkuasa hanya beberapa saat. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Lalu&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Farkhzad&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; naik tahta, tetapi hanya 6 bulan. Kemudian Yazdazir bin Chehreyar bin Kaisar. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Di&lt;/st1:givenname&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tangannyalah pemerintahan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; menjadi mundur sehingga musuh-musuhnya menyerang dari berbagai penjuru, dan negaranya jatuh ke tangan mereka. Dua tahun kemudian orang Arab pun menyerang negara itu.(Karim ; 2002 :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;188).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berbeda dengan lainnya, &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Abu&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Hanifah&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; ad Dainuri – dari Ath –Thabari- berusaha menggabungkan antara sejarah raja-raja kerajaan non Arab (ajam) dan sejarah Nabi Muhammad Saw. Seorang pendiri negara &lt;st1:sn st="on"&gt;di Yatsrib&lt;/st1:sn&gt;, yaitu bahwa “Rasulullah dilahirkan pada masa akhir Raja Anu Chrouan. Kemudian beliau berdiam di Makkah sampai diutus menjadi nabi .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di Makkah beliau mendapati Raja Anu Choruan selama 7 tahun dan Raja Hermez bin Kaisar Anu Chrouan selama 19 tahun. Beliau diutus menjadi rasul setelah Kaisar Abroeiz menjadi raja selama 16 tahun, kemudian belaiau berhijrah ke Madinah setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abroeiz naik tahta selama 29 tahun. Kemudian beliau menetap di Madinah selama 10 tahun , bertepatan dengan matinya &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Abroeiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;. Beliau meninggal dunia pada usia 63 tahun”( Karim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;; 2002 : 189 ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Berdasarkan pemaparan dan riwayat ad Dainuri, Rasulullah Saw. Mendapati masa Kaisar Anu Chrouan Hermez dan Abroeiz yang dicatat oleh para sejarawan bahwa Raja Anu Chrouan adalah seorang raja yang paling baik kelakuannya jika diukur dengan standar yang berlaku pada masa itu , yang telah ditetapkan oleh para sejarawan- ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah raja yang menjalankan urusan kerajaannya dengan baik. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Tetapi&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Kemudian&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; keruntuhan mulai melanda pada masa puteranya, Hermezad. “ Ketika kekuasaannya berusaha 11 tahun, musuh-musuhnya menyerang dari segala penjuru. Mereka mengepungnya dalam kesendirian bagaikan gabungan dua busur panah. Dari arah Timur ia menghadapi Raja Syahansyah at Turki yang menekan sampai ke &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;kota&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; Heart dan mengusir para pembantu Hermez. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Dari&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Barat&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; ia menghadapi Raja Romawi hingga merebut dua wilayah untuk mengembalikan wilayah Amed dan Meya. Adapun dari arah &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Armenia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;, Raja Caspia menekan sampai ke negeri Adzribaijan. Maka terjadilah peperangan di &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;sana&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;.”(ad- Dainuri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;; 1960 : 79).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada masa &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Hermez&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;, keadaan semakin memburuk hingga para tokoh terpandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mulia serta para pemimpin berkonsultasi dengannya. “ Mereka menghadap kepada Raja Hermez, menyembahnya di depan singgasana, kemudian mereka membawa mahkota kepala , sabuk pinggang , dan pedangnya. Lalu mereka disuruh menghadap Raja Abrueiz, padahal ia berada &lt;st1:sn st="on"&gt;di Adzribaijan&lt;/st1:sn&gt;.”(ad Dainuri : 1960 : 84). Akhairnya , ia dibunuh karena kezalimannya, sebab ia telah membunuh orang-orang terpandang non Arab dan keturunannya, sebagaimana dirinya juga seorang Muwallad karena ibunya berasal dari Turki, bukan keterunan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; asli.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah itu Raja Abrueiz berkuasa yang oleh &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Ath&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Thabari&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;digambarkan sebagai seorang raja yang zalim dan bejat. Ia mempunyai 12000 gundik , 3000 di antaranya sebagai pemuas seksualnya. Lebih dari itu , &lt;st2:personname st="on"&gt;Brigadir Sir &lt;st1:givenname st="on"&gt;Peirc&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Cakecca&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; menegaskan bahwa ia mengawini seorang gadis yang beragama Masehi berwajah cantik , yang bernama Cherin, sedangkan ia sendiri cenderung kepada agama Nasrani. ( Karim 2002 : 190 ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Politik Kerajaan &lt;st2:city st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:place&gt;&lt;/st2:city&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Romania-Byzantium adalah sebuah kerajaan yang lain, ketika negara Quraisy mulai berkembang kuat &lt;st1:sn st="on"&gt;di Yatsrib&lt;/st1:sn&gt;, yang menghadapi kesulitan-kesulitan serius yang berbeda namun dalam beberapa hal memiliki kemiripan dengan kesulitan yang dihadapi oleh kerajaan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. Problem utama yang tampak jika dibandingkan dengan lawannya, kerajaan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;, adalah apa yang mungkin dapat kami sebut dengan problem agama atau akidah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Perbedaan pemeluk agama dan terpecahnya mereka ke dalam beberapa golongan atau kelompok mengantarkan mereka pada pertengahan berdarah. Suatu hal yang lazim dan biasa dalam sejarah tiga agama – Ibrahimiyah, mulai agama Yahudi , berpindah ke agama Masehi, dan kemudian agama Islam . Inilah yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw . setelah mempelajari kondisi kedua agama terdahulu-Yahudi dan Nasrani- dan karena adanya kesamaan antara ketiga agama tersebut; bahwa dihari kemudian para pengikut agama Islam akan pecah menjadi 73 golongan , sebagaimana pengikut agama Nasranai pecah menjadi 72 golongan, dan pengikut agama Yahudi pecah menjadi 71 golongan . Hal itu termaktub dalam hadits beliau yang sudah masyhur. Sebab-sebab terpecahnya orang mukmin yang memeluk satu agama , sehingga melampaui batas saling membunuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Agama Yahudi menyebar mulai dari Palestina sampai ke Roma , ibu &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;kota&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; Imperium. Agama itu mulanya tersebar di kalangan masyarakat – sebagaimana lazimnya setiap agama – kemudian berkembang di kalangan para penguasa. Sekilas , melihat lingkungan rakyat Imperium sangat berbeda dengan kondisi yang melingkupi lahirnya agama Masehi. Sebagian rakyatnya bergelut dengan dua kebudayaan, Yunani dan Latin. Yang jelas para pemeluk agama Masehi, khusus nya dikalangan terpelajar, memiliki pandangan yang filosofis. Dari sinilah muncul kajian tentang masalah ketuhanan (teologis) yang sangat kompleks, misalnya saja :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Apakah&lt;/span&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;al Masih&lt;/st1:sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; memiliki satu tabiat, yaitu tabiat ketuhanan atau dua tabiat, yaitu tabiat ketuhanan dan tabiat kemanusiaan ? Apakah ia mempunyai satu kehendak atau dua kehendak? Apakah ia memiliki satu kemampuan atau dua kemampuan? Apakah ia sama esensinya atau tidak? Lalu apakah Sayidah Maryam dapat kita katakana sebagai “ &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Ibu&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Tuhan&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;” {Umm al Ilah)? Jika hal itu dibolehkan , apakah dalam sifat keibuannya mengandung satu tabiat, yaitu tabiat kemanusiaan atau dua tabiat, tabiat ketuhanan dan kemanusiaan ?.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBlockText" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Itulah persoalan-persoalan filosofis sebagaimana dilihat oleh para pembaca. Kita semua mengetahui bahwa wilayah bagian Timur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari Imperium &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Romania&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; adalah berkebudayaan Yunani (Greek). Keistimewaan yang dimilikinya adalah filsafat . Terlebih lagi, “bahwa rakyat &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; sangat memegangi cerita-cerita khurafat dan mitos-mitos, mereka semua suka berdebat dan berdiskusi dalam masalah-masalah keagamaan, bahkan hal itu menjadi watak dan tabiat yang tidak bisa dipisahkan dari diri mereka “.(Fahmi ; t.t. : 24 ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBlockText" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Perbedaan tentang al Masih apakah ia mempunyai satu tabiat atau dua tabiat merupakan persoalan yang sangat serius, sampai gereja agama Masehi pecah menjadi dua , pada tahun 45 M , dan pengikutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terpecah menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelompok Katholik(mereka yang meyakini adanya dua tabiat). &lt;st1:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st1:givenname&gt; kelompok Ortodoks (mereka meyakini adanya satu tabiat).”Kemudian diikuti oleh orang-orang Suryani yang menamakan dirinya sebagai pengikut &lt;st1:sn st="on"&gt;Ya’aqibah&lt;/st1:sn&gt; di kemudian hari”, (Subhi ; t.t. : 219). Kemudian berkembanglah beberapa aliran, seperti Isnasiyah, Aryusiyah (Arios) Balajiyusiyah(Balajios), Nesturiyah(&lt;st1:sn st="on"&gt;Nestorius&lt;/st1:sn&gt;), dan Donatiyah. Banyak tokoh &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; yang berasal dari kalangan orang meyakini adanya dua tabiat. Mereka banyak ditentang , khususnya oleh orang Canesta-Iskandariyah dan &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Antioch&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; (Antokia). &lt;st1:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st1:givenname&gt; mungkin dapat dikatakan bahwa rakyat di wilayah Timur (Syam dan Mesir) menganut Mazhab atau berkeyakinan akan adanya satu tabiat dalam diri al –Masih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tokoh-tokoh kerajaan Romania Timur mulai menampakkan rasa fanatisme nya yang tinggi, yang dikobarkan oleh para komandan pasukan yang bergerak di dalam wilayahnya. Mereka memerangi orang-orang yang menyakini adanya satu tabiat, hingga mereka dijuluki dengan Heretic (al-Hirathiqah). Sesungguhnya “ pada abad ke-5 M tidak ada masalah yang dapat memicu perdebatan, seperti masalah satu tabiat atau dua tabiat dalam diri al-Masih yang diperdebatkan, atau masalah tabiat yang mungkin dapat diungkapkan dengan menggabungkan dua tabiat secara tepat”.(Ficher ; 1976 : 56 ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada masa Ansatonius ( 492 – 518 M) suasana relatif tenang, tetapi ketika pemerintahan berpindah tangan ke Raja Justinianus I (518 – 527 M) tekanan-tekanan semakin dahsyat karena ia memberi perintah untuk menutup gereja &lt;st1:sn st="on"&gt;di Mesir&lt;/st1:sn&gt; . &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Rakyat&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Mesir&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; tidak mendapatkan tempat untuk melakukan shalat. Kemudian secara diam-diam mereka mendirikan dua gereja di sebuah tempat yang dikenal dengan nama Soare, yaitu di sebelah barat Iskandariah. Lebih jauh lagi Justinianus menekan rakyat Mesir dan memaksa mereka untuk menerima madzhab yang mengakui adanya dua tabiat dalam diri al Masih. Pada masa itu banyak korban berjatuhan , orang–orang yang menolak akidah (madzhabnya) di bunuh “. (Subhi ; t.t : 224).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Justinian adalah salah seorang tokoh yang menolak tekanan orang-orang yang bermadzhab adanya satu tabiat dalam diri al Masih.Mereka adalah penganut madzhab Homosios(madzhab yang mengakui adanya satu tabiat dalam diri al Masih).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun ia berusaha memadukan antara kedua madzhab dan dalam waktu tertentu berusaha berdamai dengan musuhnya, tetapi usahanya itu sia-sia bagaikan diterpa angin. Kemudian ia kembali menekan mereka dengan berbagai &lt;st1:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st1:givenname&gt; , diantaranya dengan membakar kitab-kitab mereka , memotong tangan para penulisnya, dan mengusir para pendeta, uskup,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan tokoh agamanya. “ Justinian tidak takut sedikitpun akan kecaman dari kelompok pengikut agama Masehi yang tidak menganut Madzhab pemerintahan yang resmi; karena sebenarnya” mereka tidak berhak kecuali kehinaan”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menurut istilah yang diucapkan. Terlebih lagi, ia (Justinian) menjadikan madzhab Khalcedoni sebagai syarat utama bagi orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang turut bekerja dalam pemerintahan. Oleh sebab itulah , bagi para pengikut madzhab pemerintah diberi keistimewaan dibanding dengan kelompok yang lain. Perundang-undangan ini diberlakukan secara keras” (Asy-Syair ; t.t. : 142 ) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pemerintahan Arab Sebelum Islam &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menurut pemahaman dalam perkembangan Arab Sebelum Islam bahwa satu kerajaan terdiri dari beberapa gedung dan rumah tempat tinggal,yang kesemuanya dimiliki oleh seorang Syeikh atau Amir. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Di&lt;/st1:givenname&gt; dalam gedung dan rumah itu , bentuk dan susunanya disesuaikan perkembangan zaman itu pula . Berhala persembahan dan pemunjaan kesemuanya di agungkan kepada yang memilikinya. Pengaruh kepala suku dan sanak pamili berkembang biak, sampai kepada golongan kecil yang lainpun mendekat kepadanya. Dari pengaruh tersebut timbul satu kerajaan yang berangsur-ansur besar . Kerajaan yang mula-mula muncul adalah &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt;, Sabaiyah dan Himyariyah. Kerajaan-kerajaan itu lebih banyak mengatur masalah perniagaan, sedangkan pemerintahannya langsung diatur dari negeri Yaman. Yang menjadi raja, perintahnya tidak dapat disanggah,dia bersemayang dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gedung atau istana di Ma’rib.Raja-raja itu sedikit sekali memperhatikan serdadunya,karena jarang terjadi peperangan,hanya menghalau serangan dari luar, melindungi kabilah dalam perjalanan, membangun dan membina rumah-rumah, memperluas jalan raya, dan paling penting memperhatikan bendungan , bilamana ada kebocoran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kekuasaan raja turun-temurun kepada anak dan cucunya, jika tidak ada anak diturunkan kepada saudaranya. Hanya ada perbedaan di Hadramaut seperti disebutkan oleh Straben “Adapun raja di negeri itu , tidaklah dipindahkan dari ayah kepada anak atau seorang kerabat , tetapi kepada anak laki-laki pertama yang dilahirkan dari seseorang yang agung yang ikut memerintah dibawah kuasa raja pada masa itu. Caranya ,ialah bilamana raja telah bermaksud hendak mencari penggantinya, maka dipersembahkanlah nama-nama isteri orang-orang yang agung yang telah hamil . Setelah itu dijaga benar-benar, siapakah lebih dahulu melahirkan anak . Setelah anak itu lahir , jika perempuan tidaklah menjadi urusan pemerintah, akan tetapi jika laki-laki , maka itu harus diasuh dan dipelihara baik-baik, dialah yang ditentukan akan menjadi pengganti raja”.(Hamka;1975 : 95).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Raja-raja itu memiliki gelar kebesaran seperti Basta, dan Rayyam pada kerajaan &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt;; Yabiin, Yauf dan Watar pada kerajaan Sabaiyah. Bangsa Arab Yaman pernah mempunyai uang sendiri, yang didalam uang itu diukirkan gambar raja dan namanya, nama negeri tempat uang dicap. Dihiasi beberapa tanda-tanda yang melukiskan politik atau masyarakat pada masa itu ; seperti gambar burung unta , burung elang, kepala Banteng menjadi symbol pertanian dan bercocok tanam. Demikian juga bulan Sabit , yang menjadi symbol agama yang paling tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan Mu’niyah &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Para Ahli sejarah (Muller, Glazar dan Winckler) berpendapat : Bahwa kerajaan &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; lebih tua dari kerajaan Sabaiyah , jarak tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara kedua kerajaan itu kurang lebih 500 tahun . Yang menguatkan pendapat ini di zaman sekarang adalah sejarawan &lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;b&gt;Martin&lt;/b&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;b&gt; , Hartman dan &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Edward&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Meyer&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;/b&gt;. Hardtman mengakui bahwa &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; lebih dahulu dari Sabaiyah, tetapi kalau hanya melihat kepada bekas yang ada sekarang ini , masa keduanya bersamaan, sesudah itu baru datang kerajaan Himyar (Hamka ; 1975 : 69). &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kerajaan&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; terletak pada tanah yang subur , banyak rimba belukarnya. Nama-nama rajanya pun dapat dikenal melalui surat-surat dari batu, sebanyak 26 orang. Setiap raja mempunyai gelar kebesaran seperti; “yang gagah”.”yang perkasa “,”johan pahlawan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Meskipun banyak peninggalan yang menunjukkan adanya kerajaan &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; , akan tetapi tidak ada peninggalan kapan muncul dan kapan jatuhnya kerajaan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa Mu’niyah itu hampir sama dengan bahasa Sabaiyah, hurufnya boleh dikatakan satu saja , Cuma yang berbeda tentang dhamir untuk menunjukkan seorang laki-laki yang ghaib (dia) (orang ketiga) di dalam bahasa Mu’niyah disebut huruf &lt;b&gt;Sin, &lt;/b&gt;padahal di dalam bahasa Saba, Babeil, dan Habasyi, dan seluruh bangsa Sam, ialah huruf Haa atau Huwa yang sampai sekarang terpakai di dalam bahasa Arab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bekas-bekas peninggalan lama itu menunjukkan pula bahwa kerajaan &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; bukanlah kerajaan penakluk , kerajaan yang suka berperang, tetapi kerajaan yang suka berniaga dengan negeri-negeri lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan Sabaiyah&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Arab Saba telah mendirikan satu kerajaan besar di Yaman pada abad ke –8 SM (sebelum &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nabi&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Isa&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; as) ini tercantum pada surat-surat batu bangsa Asyur. Dari peninggalan-peninggalan itu muncul perhatian orang hendak mencocokkan yang terdapat dalam alquran tentang &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Ratu&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Balqis&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; dengan ilmu pengetahuan modern sekarang. Tetapi sayang, belumlah dapat diketahui dengan pasti, dalam abad ke berapa permulaan riwayat kerajaan saba, sebab masih banyak batu bersurat yang belum dapat dikeluarkan dari perut bumi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Peneliti sejarah &lt;b&gt;Glazer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;yang membuktikan akhir kerajaan &lt;st2:place st="on"&gt;Saba&lt;/st2:place&gt;, yaitu pada abad ke-8 sebelum &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nabi&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Isa&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; as. Merujuk kepada dongen-dongen kuno yang terdapat dari batu-batu bersurat, bahwa seorang raja Saba bernama &lt;b&gt;Itti Amara &lt;/b&gt;membayar upeti kepada raja Rum yang bernama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;Sargon II &lt;/b&gt;antara tahun 721 – 705 SM. Raja-raja Saba yang memerintah sebanyak 27 orang . 15 bergelar Mukrib dan 12 bergelar Malik (Raja). Dari penyelidikan itu ternyata asal mula kerajaan itu hanya kecil yang dipimpin oleh satu Amir atau kepala agama, kemudian menjadi satu kerajaan besar yang luas kuasanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan&lt;/span&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Sabaiyah&lt;/st1:sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; melalui empat zaman , zaman pertama raja-rajanya bergelar Mukrib Saba. Zaman kedua , bergelar Malik Saba. Zaman ketiga bergelar “Malik Saba dan Raidan” di zaman yang keempat bergelar : “ Malik Saba, Raidan, Hadramaut”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="margin-left: 0in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan Himyar&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Setelah kerajaan Saba itu lemah , maka dia digantikan oleh kerajaan Himyar , yaitu keturunan kedua dari &lt;st2:place st="on"&gt;Saba&lt;/st2:place&gt;. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st1:givenname&gt; boleh disebut bahwa Himyar itu &lt;st2:place st="on"&gt;Saba&lt;/st2:place&gt; kedua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan baru telah memberikan kemudahan dalam perhubungan dari Barat ke Timur. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Angkatan&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Perniagaan&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; di lautan bertambah maju, sehingga armada bangsa Rum dapat lalu lintas di laut Merah. Lantaran itu maka di zaman tersebut kerjaan Himyar termasuk satu kerajaan besar yang masyhur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Agama Nasrani mulai di bawa ke negeri Himyar pada zaman &lt;b&gt;Kaisar Rum &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Constantin&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:namesuffix st="on"&gt;II&lt;/st1:namesuffix&gt;&lt;/st2:personname&gt; (337-361 M)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;dengan mengirim seorang pendeta penyebar injil bernama&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Theopilies &lt;/b&gt;sampai didirikan sebuah gereja &lt;st1:sn st="on"&gt;di Yaman&lt;/st1:sn&gt;. Di zaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;raja &lt;b&gt;Anstce (491 – 518 M) &lt;/b&gt;pengaruh agama Nasrani sangat mendalam di negeri Himyar, oleh seba itu, hubungan kerajaan Rum dengan kerajaan Himyar sangat erat, terutama mejaga hubungan perniagaan Rum dengan Hindustan melalui laut Merah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada tahun 521 di negeri Himyar terjadi pemberontakan dipimpin oleh rajanya yang bernama &lt;b&gt;Zi Nuas,&lt;/b&gt; raja Zi Nuas itu rupanya tidak suka memeluk agama Nasrani, tetapi dipilihnya agama Yahudi . Dengan pemberontakan ini kerajaan Rum sangat ketakutan, dan terjadi pertentangan hebat antara bangsa Habasyi dan bangsa Arab yang telah memeluk agama Nasrani . &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Lantaran&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Habasyi&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; dekat dengan Roma , maka Kaisar Rum meminta kepada sahabatnya &lt;b&gt;Negus &lt;/b&gt;Habasyi supaya mengirim tentara untuk memadamkan pemberontakan kaum Yahudi itu. Maka dikirimlah balatentara ke Himyar di bawah pimpinan Abraha . &lt;st1:givenname st="on"&gt;Di&lt;/st1:givenname&gt; dalam peperang an yang hebat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b&gt;ZI Nuas &lt;/b&gt;dapat dikalahkan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;, sejak waktu itu Habasyilah yang menguasai negeri Yaman .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rupanya kekuasaan Habasyi atas tanah Arab itu akhirnya tidaklah menyenang kan hati keturunan Himyar yang lain , sehingga muncul kepala perang bangsa Himyar sendiri &lt;b&gt;( Sei bin Zi –Jazn) &lt;/b&gt;Dia meminta bantuan dari bangsa Parsi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada tahun 570 M untuk mengusir orang-orang Habasyi itu kehendaknya dikabulkan oleh Kisra . &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Akhirnya&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Habasya&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; terusir. Saif diakui sebagai raja Himyar, tetapi pengaruh Parsi masih harus tertanam di &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;sana&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Setelah&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Saif&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; berhasil memerdekakan negerinya datanglah orang-orang besar Arab menziarahinya mengucapkan selamat atas kemenangannya. Diantaranya ialah kakek dari Nabi Muhammad SAW . &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Abdul&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Muttalib&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; , sejak itu wakil-wakil &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Iran&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; bergantian memerintah di negeri Yaman sebagai gubernur dari Kisra pada tahun 571 M. Nabi Muhammad SAW dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setelah nabi &lt;st1:sn st="on"&gt;Muhammad&lt;/st1:sn&gt; menjadi Rasul , disampaikanlah seruan ke negeri Yaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh utusan Muaz bin Jabal dan &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Abu&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:middlename st="on"&gt;Musa&lt;/st1:middlename&gt;  &lt;st1:middlename st="on"&gt;Al&lt;/st1:middlename&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Asy’ari&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; . Setelah agama Islam dibawah ke &lt;st2:city st="on"&gt;sana&lt;/st2:city&gt; , maka berduyun-duyunlah penduduk Yaman itu memeluk agama Islam, sehingga raja-raja wakil (gubernur ) Parsi menetap di &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;sana&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itupun masuk ke dalam Islam. (Hamka : 1975 : 75 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan Arab Selatan agak berbeda disbanding lainnya, bagian ini mendapatkan hujan, sehingga lebih subur dan memiliki kebudayaan yang kuno sekaligus canggih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st2:country-region&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; maupun &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:city st="on"&gt;Byzantium&lt;/st2:city&gt;&lt;/st2:place&gt; belum pernah mempertimbangkan untuk menguasai wilayah ini dan tak seorangpun bermimpi bahwa wilayah itu akan melahirkan sebuah agama dunia baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Mengamati kondisi politik &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Persia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; adalah cepatnya pergantian raja dari tahta singgasana sehingga hanya ada sedikit raja yang masyhur , sebagian mereka hanya menduduki tahta beberapa minggu saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahkan beberapa hari. Sala satu dari mereka dibunuh saat dia duduk dia atas kursi singga sananya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kaisar&lt;/span&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Abrueiz&lt;/st1:sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; adalah seorang kaisar yang zalim dan bejat . Ia mempunyai 12000 gundik. 3000 gundik untuk pemuas nafsu seksualnya , sisanya dimanfaatkan sebagai pelayan penyanyi dan lain sebagainya. Kekuasaannnya berlangsung selama 32 tahun . Dia dibunuh oleh rakyatnya melalui bantuan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada masa &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kaisar&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Hermez&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;, keadaan semakin memburuk hingga pada tokoh terpandang dan mulia serta para pemimpin berkonsultasi dengannya. Mereka menghadap raja Abrueiz , padahal ia berada &lt;st1:sn st="on"&gt;di  Adzirbaijan&lt;/st1:sn&gt;. Akhirnya, ia dibunuh karena kezalimannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kita semua mengetahui bahwa wilayah bagian Timur dari Imperium &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Romania&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt; adalah kebudayaan Yunani (Greek) . Keistimewaan yang dimilikinya adalah filsafat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Rakyat Byzantium sangat memegangi cerita-cerita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;khurafat dan mitos-mitos, mereka semua suka berdebat dan berdiskusi dalam maslah –masalah keagamaan, bahkan hal itu menjadi watak dan tabiat yang tidak bisa dipisahkan dari diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pada masa Ancatonius ( 492-518 M) suasana relatif tenang , tetapi ketika pemerintahan berpindah tangan ke raja Justinianus I (518 – 527 M) , tekanan-tekanan semakin dahsyat karena ia bemberi perintah untuk menutup gereja &lt;st1:sn st="on"&gt;di Mesir&lt;/st1:sn&gt;. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Rakyat&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Mesir&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; tidak mendapatkan tempat untuk melakukan shalat. Kemudian secara diam-diam mereka mendirika dua gereja di sebuah temapt yang dikenal dengan nama Soare yaitu disebelah barat Iskandariyah.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Arab ,sebelum Islam dalam perkembangannya memiliki pemahaman bahwa satu kerajaan terdiri atas beberapa gedung dan rumah tempat tinggal, yang kesemuanya dimiliki oleh seorang Syekh atau Amir. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Di&lt;/st1:givenname&gt; dalam gedung dan rumah itu, bentuk dan susunannya disesuaikan perkembangan zaman itu pula.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan yang mula-mula muncul adalah &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt;, Sabaiyah, dan Himyariyah. Kerajaan-kerajaan ini lebih banyak mengatur masalah perniagaan , sedangkan pemerintahannya lansung diatur dari negeri Yaman.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Kekuasaan raja turun–temurun kepada anak dan cucunya, jika tidak ada anak , diturunkan kepada saudaranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Menurut para ahli sejarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Hartman) berpendapat bahwa Kerajaan &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; lebih dahulu dari kerajaan Sabaiyah , tetapi kalau hanya melihat bekas-bekas yang ada sekarang ini, masa keduanya bersamaan , sesudah itu baru datang kerajaan Himyar. Raja-raja &lt;st1:sn st="on"&gt;Mu’niyah&lt;/st1:sn&gt; sebanyak 26 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Peneliti sejarah Glazer yang membuktikan akhir kerajaan Sabaiyah yaitu pada abad ke-8 sebelum &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nabi&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Isa&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; as. Merujuk kepada dongen-dongen kuno , yang terdapat dari batu-batu bersurat, bahwa seorang raja Sabaiyah bernama Itti Amara membayar upeti kepada raja Rum yang bernama &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Sargon&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:namesuffix st="on"&gt;II&lt;/st1:namesuffix&gt;&lt;/st2:personname&gt; antara tahun 721-705 SM . Raja-raja Sabaiyah yang memerintah sebanyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;27 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kerajaan baru ini (Himyariyah) telah memberikan kemudahan dalam perhubungan dari Barat ke Timur . Angkatan perniagaan dilautan bertambah maju, sehingga armada bangsa Rum dapat lalu lintas di laut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Merah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lantaran itu maka di zaman tersebut kerajaan Himyariyah termasuk satu kerajaan besar yang masyhur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h1 style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-6247290587403766165?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/6247290587403766165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=6247290587403766165' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/6247290587403766165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/6247290587403766165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/06/politik-dan-pemerintahan-arab-sebelum.html' title='POLITIK DAN PEMERINTAHAN ARAB SEBELUM ISLAM'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SGy1Az02SQI/AAAAAAAAADU/lEYG-cQfGPA/s72-c/Picture1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-8252377367238866810</id><published>2008-06-28T14:40:00.002+08:00</published><updated>2008-06-28T14:50:04.090+08:00</updated><title type='text'>Diakronis Ilmu Bahasa (Linguistik)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;I.  Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Dalam &lt;i style=""&gt;The New Oxford Dictionary of English&lt;/i&gt; (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;" lang="IN"&gt;“&lt;i style=""&gt;The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics&lt;/i&gt;.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3, bahkan sampai &lt;i style=""&gt;post-doctoral program&lt;/i&gt; telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka, seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;University of California in Los Angeles&lt;/i&gt; (UCLA), &lt;i style=""&gt;Harvard University,&lt;/i&gt; &lt;i style=""&gt;Massachusett Institute of Technology &lt;/i&gt;(MIT),&lt;i style=""&gt; University of Edinburgh&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=""&gt;Oxford University&lt;/i&gt;. Di Indonesia, paling tidak ada dua universitas yang membuka program S1 sampai S3 untuk ilmu bahasa, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atma Jaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span lang="IN"&gt;II. Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). Secara garis besar studi tentang bahasa dapat dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;2. 1 Tata Bahasa Tradisional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa dan apa hakikat bahasa. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia, misalnya bangunan, kedokteran, kesehatan, geografi, dan sebagainya. Tetapi mengenai hakikat bahasa – apakah bahasa mirip realitas atau tidak – mereka belum sepakat. Dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Plato berpendapat bahwa bahasa adalah &lt;i style=""&gt;physei&lt;/i&gt; atau mirip realitas; sedangkan Aristoteles mempunyai pendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah &lt;i style=""&gt;thesei&lt;/i&gt; atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi &lt;i style=""&gt;(sound symbolism).&lt;/i&gt; Pandangan Plato bahwa bahasa mirip dengan realitas atau non-arbitrer diikuti oleh kaum naturalis; pandangan Aristoteles bahwa bahasa tidak mirip dengan realitas atau arbitrer diikuti oleh kaum konvensionalis. Perbedaan pendapat ini juga merambah ke masalah keteraturan &lt;i style=""&gt;(regular)&lt;/i&gt; atau ketidakteraturan &lt;i style=""&gt;(irregular) &lt;/i&gt;dalam bahasa. Kelompok penganut pendapat adanya keteraturan bahasa adalah kaum analogis yang pandangannya tidak berbeda dengan kaum naturalis; sedangkan kaum anomalis yang berpendapat adanya ketidakteraturan dalam bahasa mewarisi pandangan kaum konvensionalis. Pandangan kaum anomalis mempengaruhi pengikut aliran Stoic. Kaum Stoic lebih tertarik pada masalah asal mula bahasa secara filosofis. Mereka membedakan adanya empat jenis kelas kata, yakni nomina, verba, konjungsi dan artikel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada awal abad 3 SM studi bahasa dikembangkan di kota Alexandria yang merupakan koloni Yunani. Di kota itu dibangun perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan. Para ahli dari kota itu yang disebut kaum Alexandrian meneruskan pekerjaan kaum Stoic, walaupun mereka sebenarnya termasuk kaum analogis. Sebagai kaum analogis mereka mencari keteraturan dalam bahasa dan berhasil membangun pola infleksi bahasa Yunani. Apa yang dewasa ini disebut "tata bahasa tradisional" atau " tata bahasa Yunani" , penamaan itu tidak lain didasarkan pada hasil karya kaum Alexandrian ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Salah seorang ahli bahasa bemama Dionysius Thrax (akhir abad 2 SM) merupakan orang pertama yang berhasil membuat aturan tata bahasa secara sistematis serta menambahkan kelas kata adverbia, partisipel, pronomina dan preposisi terhadap empat kelas kata yang sudah dibuat oleh kaum Stoic. Di samping itu sarjana ini juga berhasil mengklasifikasikan kata-kata bahasa Yunani menurut kasus, jender, jumlah, kala, diatesis &lt;i style=""&gt;(voice)&lt;/i&gt; dan modus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pengaruh tata bahasa Yunani sampai ke kerajaan Romawi. Para ahli tata bahasa Latin mengadopsi tata bahasa Yunani dalam meneliti bahasa Latin dan hanya melakukan sedikit modifikasi, karena kedua bahasa itu mirip. Tata bahasa Latin dibuat atas dasar model tata bahasa Dionysius Thrax. Dua ahli bahasa lainnya, Donatus (tahun 400 M) dan Priscian (tahun 500 M) juga membuat buku tata bahasa klasik dari bahasa Latin yang berpengaruh sampai ke abad pertengahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Selama abad 13-15 bahasa Latin memegang peranan penting dalam dunia pendidikan di samping dalam agama Kristen. Pada masa itu gramatika tidak lain adalah teori tentang kelas kata. Pada masa Renaisans bahasa Latin menjadi sarana untuk memahami kesusastraan dan mengarang. Tahun 1513 Erasmus mengarang tata bahasa Latin atas dasar tata bahasa yang disusun oleh Donatus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Minat meneliti bahasa-bahasa di Eropa sebenarnya sudah dimulai sebelum zaman Renaisans, antara lain dengan ditulisnya tata bahasa Irlandia (abad 7 M), tata bahasa Eslandia (abad 12), dan sebagainya. Pada masa itu bahasa menjadi sarana dalam kesusastraan, dan bila menjadi objek penelitian di universitas tetap dalam kerangka tradisional. Tata bahasa dianggap sebagai seni berbicara dan menulis dengan benar. Tugas utama tata bahasa adalah memberi petunjuk tentang pemakaian "bahasa yang baik" , yaitu bahasa kaum terpelajar. Petunjuk pemakaian "bahasa yang baik" ini adalah untuk menghindarkan terjadinya pemakaian unsur-unsur yang dapat "merusak" bahasa seperti kata serapan, ragam percakapan, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2pt; text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Tradisi tata bahasa Yunani-Latin berpengaruh ke bahasa-bahasa Eropa lainnya. Tata bahasa Dionysius Thrax pada abad 5 diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia, kemudian ke dalam bahasa Siria. Selanjutnya para ahli tata bahasa Arab menyerap tata bahasa Siria. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent2" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selain di Eropa dan Asia Barat, penelitian bahasa di Asia Selatan yang perlu diketahui adalah di India dengan ahli gramatikanya yang bemama Panini (abad 4 SM). Tata bahasa Sanskrit yang disusun ahli ini memiliki kelebihan di bidang fonetik. Keunggulan ini antara lain karena adanya keharusan untuk melafalkan dengan benar dan tepat doa dan nyanyian dalam kitab suci Weda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2pt; text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Sampai menjelang zaman Renaisans, bahasa yang diteliti adalah bahasa Yunani, dan Latin. Bahasa Latin mempunyai peran penting pada masa itu karena digunakan sebagai sarana dalam dunia pendidikan, administrasi dan diplomasi internasional di Eropa Barat. Pada zaman Renaisans penelitian bahasa mulai berkembang ke bahasa-bahasa Roman (bahasa Prancis, Spanyol, dan Italia) yang dianggap berindukkan bahasa Latin, juga kepada bahasa-bahasa yang nonRoman seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, dan Denmark.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2pt; text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;2. 2 Linguistik Modern&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;2. 2. 1 Linguistik Abad 19&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Objek penelitian adalah bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari satu induk bahasa. Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan kekerabatan di antaranya. Bahasa-bahasa Roman, misalnya secara genetis dapat ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis, Spanyol, dan Italia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan metode komparatif. Antara tahun 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. Pada tahun 1870 itu para ahli bahasa dari kelompok Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent3"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa rumpun bahasa yang berhasil direkonstruksikan sampai dewasa ini antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Indo-Eropa: bahasa Jerman, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavis, Roman, Keltik, Gaulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Semito-Hamit: bahasa Arab, Ibrani, Etiopia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Chari-Nil; bahasa Bantu, Khoisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Dravida: bahasa Telugu, Tamil, Kanari, Malayalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Austronesia atau Melayu-Polinesia: bahasa Melayu, Melanesia, Polinesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Austro-Asiatik: bahasa Mon-Khmer, Palaung, Munda, Annam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Finno-Ugris: bahasa Ungar (Magyar), Samoyid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Altai: bahasa Turki, Mongol, Manchu, Jepang, Korea.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Paleo-Asiatis: bahasa-bahasa di Siberia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Sino-Tibet: bahasa Cina, Thai, Tibeto-Burma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Rumpun Kaukasus: bahasa Kaukasus Utara, Kaukasus Selatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa-bahasa Indian: bahasa Eskimo, Maya Sioux, Hokan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa-bahasa lain seperti bahasa di Papua, Australia dan Kadai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Ciri linguistik abad 19 sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.75pt; text-align: justify; text-indent: -24.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Penelitian bahasa dilakukan terhadap bahasa-bahasa di Eropa, baik bahasa-bahasa Roman maupun nonRoman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.75pt; text-align: justify; text-indent: -24.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bidang utama penelitian adalah linguistik historis komparatif. Yang diteliti adalah hubungan kekerabatan dari bahasa-bahasa di Eropa untuk mengetahui bahasa-bahasa mana yang berasal dari induk yang sama. Dalam metode komparatif itu diteliti perubahan bunyi kata-kata dari bahasa yang dianggap sebagai induk kepada bahasa yang dianggap sebagai keturunannya. Misalnya perubahan bunyi apa yang terjadi dari kata &lt;i style=""&gt;barang,&lt;/i&gt; yang dalam bahasa Latin berbunyi &lt;i style=""&gt;causa&lt;/i&gt; menjadi &lt;i style=""&gt;chose&lt;/i&gt; dalam bahasa Perancis, dan &lt;i style=""&gt;cosa&lt;/i&gt; dalam bahasa Italia dan Spanyol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 31.75pt; text-align: justify; text-indent: -24.75pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pendekatan bersifat atomistis. Unsur bahasa yang diteliti tidak dihubungkan dengan unsur lainnya, misalnya penelitian tentang kata tidak dihubungkan dengan frase atau kalimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 7pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;2. 2. 2 Linguistik Abad 20&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pada abad 20 penelitian bahasa tidak ditujukan kepada bahasa-bahasa Eropa saja, tetapi juga kepada bahasa-bahasa yang ada di dunia seperti di Amerika (bahasa-bahasa Indian), Afrika (bahasa-bahasa Afrika) dan Asia (bahasa-bahasa Papua dan bahasa banyak negara di Asia). Ciri-cirinya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Penelitian meluas ke bahasa-bahasa di Amerika, Afrika, dan Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pendekatan dalam meneliti bersifat strukturalistis, pada akhir abad 20 penelitian yang bersifat fungsionalis juga cukup menonjol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Tata bahasa merupakan bagian ilmu dengan pembidangan yang semakin rumit. Secara garis besar dapat dibedakan atas mikrolinguistik, makro linguistik, dan sejarah linguistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Penelitian teoretis sangat berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Otonomi ilmiah makin menonjol, tetapi penelitian antardisiplin juga berkembang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Prinsip dalam meneliti adalah deskripsi dan sinkronis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2pt; text-align: justify; text-indent: 34pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Keberhasilan kaum Junggramatiker merekonstruksi bahasa-bahasa proto di Eropa mempengaruhi pemikiran para ahli linguistik abad 20, antara lain Ferdinand de Saussure. Sarjana ini tidak hanya dikenal sebagai bapak linguistik modern, melainkan juga seorang tokoh gerakan strukturalisme. Dalam strukturalisme bahasa dianggap sebagai sistem yang berkaitan &lt;i style=""&gt;(system of relation).&lt;/i&gt; Elemen-elemennya seperti kata, bunyi saling berkaitan dan bergantung dalam membentuk sistem tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Beberapa pokok pemikiran Saussure:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis. Tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Linguistik bersifat deskriptif, bukan preskriptif seperti pada tata bahasa tradisional. Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya, bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Penelitian bersifat sinkronis bukan diakronis seperti pada linguistik abad 19. Walaupun bahasa berkembang dan berubah, penelitian dilakukan pada kurun waktu tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa merupakan suatu sistem tanda yang bersisi dua, terdiri dari &lt;i style=""&gt;signifiant&lt;/i&gt; (penanda) dan &lt;i style=""&gt;signifie&lt;/i&gt; (petanda). Keduanya merupakan wujud yang tak terpisahkan, bila salah satu berubah, yang lain juga berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa formal maupun nonformal menjadi objek penelitian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(6)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(7)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dibedakan antara bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal budi pemakai bahasa dari suatu kelompok sosial &lt;i style=""&gt;(langue)&lt;/i&gt; dengan bahasa sebagai manifestasi setiap penuturnya &lt;i style=""&gt;(parole).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;(8)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dibedakan antara hubungan asosiatif dan sintagmatis dalam bahasa. Hubungan asosiatif atau paradigmatis ialah hubungan antarsatuan bahasa dengan satuan lain karena ada kesamaan bentuk atau makna. Hubungan sintagmatis ialah hubungan antarsatuan pembentuk sintagma dengan mempertentangkan suatu satuan dengan satuan lain yang mengikuti atau mendahului. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Gerakan strukturalisme dari Eropa ini berpengaruh sampai ke benua Amerika. Studi bahasa di Amerika pada abad 19 dipengaruhi oleh hasil kerja akademis para ahli Eropa dengan nama deskriptivisme. Para ahli linguistik Amerika mempelajari bahasa-bahasa suku Indian secara deskriptif dengan cara menguraikan struktur bahasa. Orang Amerika banyak yang menaruh perhatian pada masalah bahasa. Thomas Jefferson, presiden Amerika yang ketiga (1801-1809), menganjurkan agar supaya para ahli linguistik Amerika mulai meneliti bahasa-bahasa orang Indian. Seorang ahli linguistik Amerika bemama William Dwight Whitney (1827-1894) menulis sejumlah buku mengenai bahasa, antara lain &lt;i style=""&gt;Language and the Study of Language&lt;/i&gt; (1867). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Tokoh linguistik lain yang juga ahli antropologi adalah Franz Boas (1858-1942). Sarjana ini mendapat pendidikan di Jerman, tetapi menghabiskan waktu mengajar di negaranya sendiri. Karyanya berupa buku &lt;i style=""&gt;Handbook of American Indian languages&lt;/i&gt; (1911-1922) ditulis bersama sejumlah koleganya. Di dalam buku tersebut terdapat uraian tentang fonetik, kategori makna dan proses gramatikal yang digunakan untuk mengungkapkan makna. Pada tahun 1917 diterbitkan jurnal ilmiah berjudul &lt;i style=""&gt;International Journal of American Linguistics.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pengikut Boas yang berpendidikan Amerika, Edward Sapir (1884-1939), juga seorang ahli antropologi dinilai menghasilkan karya-karya yang sangat cemerlang di bidang fonologi. Bukunya, &lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; (1921) sebagian besar mengenai tipologi bahasa. Sumbangan Sapir yang patut dicatat adalah mengenai klasifikasi bahasa-bahasa Indian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Pemikiran Sapir berpengaruh pada pengikutnya, L. Bloomfield (1887-1949), yang melalui kuliah dan karyanya mendominasi dunia linguistik sampai akhir hayatnya. Pada tahun 1914 Bloomfield menulis buku &lt;i style=""&gt;An Introduction to Linguistic Science.&lt;/i&gt; Artikelnya juga banyak diterbitkan dalam jurnal &lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; yang didirikan oleh &lt;i style=""&gt;Linguistic Society of America&lt;/i&gt; tahun 1924. Pada tahun 1933 sarjana ini menerbitkankan buku &lt;i style=""&gt;Language&lt;/i&gt; yang mengungkapkan pandangan behaviorismenya tentang fakta bahasa, yakni &lt;i style=""&gt;stimulus-response&lt;/i&gt; atau rangsangan-tanggapan. Teori ini dimanfaatkan oleh Skinner (1957) dari Universitas Harvard dalam pengajaran bahasa melalui teknik &lt;i style=""&gt;drill.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Dalam bukunya &lt;i style=""&gt;Language,&lt;/i&gt; Bloomfield mempunyai pendapat yang bertentangan dengan Sapir. Sapir berpendapat fonem sebagai satuan psikologis, tetapi Bloomfield berpendapat fonem merupakan satuan behavioral. Bloomfield dan pengikutnya melakukan penelitian atas dasar struktur bahasa yang diteliti, karena itu mereka disebut kaum strukturalisme dan pandangannya disebut strukturalis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 158%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 158%;" lang="IN"&gt;Bloomfield beserta pengikutnya menguasai percaturan linguistik selama lebih dari 20 tahun. Selama kurun waktu itu kaum Bloomfieldian berusaha menulis tata bahasa deskriptif dari bahasa-bahasa yang belum memiliki aksara. Kaum Bloomfieldian telah berjasa meletakkan dasar-dasar bagi penelitian linguistik di masa setelah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 158%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 158%;" lang="IN"&gt;Bloomfield berpendapat fonologi, morfologi dan sintaksis merupakan bidang mandiri dan tidak berhubungan. Tata bahasa lain yang memperlakukan bahasa sebagai sistem hubungan adalah tata bahasa stratifikasi yang dipelopori oleh S.M. Lamb. Tata bahasa lainnya yang memperlakukan bahasa sebagai sistem unsur adalah&lt;b style=""&gt; &lt;/b&gt;tata bahasa tagmemik yang dipelopori oleh K. Pike. Menurut pendekatan ini setiap gatra diisi oleh sebuah elemen. Elemen ini bersama elemen lain membentuk suatu satuan yang disebut tagmem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Murid Sapir lainnya, Zellig Harris, mengaplikasikan metode strukturalis ke dalam analisis segmen bahasa. Sarjana ini mencoba menghubungkan struktur morfologis, sintaktis, dan wacana dengan cara yang sama dengan yang dilakukan terhadap analisis fonologis. Prosedur penelitiannya dipaparkan dalam bukunya &lt;i style=""&gt;Methods in Structural Linguistics&lt;/i&gt; (1951).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 158%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 158%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya &lt;i style=""&gt;Syntactic Structures&lt;/i&gt; (1957), yang kemudian disebut &lt;i style=""&gt;classical theory.&lt;/i&gt; Dalam perkembangan selanjutnya, teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui &lt;i style=""&gt;Aspects of the Theory of Syntax &lt;/i&gt;(1965) disebut &lt;i style=""&gt;standard theory.&lt;/i&gt; Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik), teori ini disebut juga sintaksis generatif &lt;i style=""&gt;(generative syntax).&lt;/i&gt; Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori &lt;i style=""&gt;extended standard theory.&lt;/i&gt; Selanjutnya pada tahun 1970, Chomsky menulis buku &lt;i style=""&gt;generative semantics;&lt;/i&gt; tahun 1980 &lt;i style=""&gt;government and binding theory&lt;/i&gt;; dan tahun 1993 &lt;i style=""&gt;Minimalist program.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;st1:stockticker st="on"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;III&lt;/span&gt;&lt;/st1:stockticker&gt;&lt;span lang="IN"&gt;. Paradigma&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Kata &lt;i style=""&gt;paradigma &lt;/i&gt;diperkenalkan oleh Thomas Khun pada sekitar abad 15. Paradigma adalah prestasi ilmiah yang diakui pada suatu masa sebagai model untuk memecahkan masalah ilmiah dalam kalangan tertentu. Paradigma dapat dikatakan sebagai norma ilmiah. Contoh paradigma yang mulai tumbuh sejak zaman Yunani tetapi pengaruhnya tetap terasa sampai zaman modern ini adalah paradigma Plato dan paradigma Aristoteles. Paradigma Plato berintikan pendapat Plato bahwa bahasa adalah &lt;i style=""&gt;physei &lt;/i&gt;atau&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;mirip dengan realitas, disebut juga non-arbitrer atau ikonis. Paradigma Aristoteles berintikan bahwa bahasa adalah &lt;i style=""&gt;thesei &lt;/i&gt;atau&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;tidak mirip dengan realitas, kecuali onomatope, disebut arbitrer atau non-ikonis. Kedua paradigma ini saling bertentangan, tetapi dipakai oleh peneliti dalam memecahkan masalah bahasa, misalnya tentang hakikat tanda bahasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 158%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 158%;" lang="IN"&gt;Pada masa tertentu paradigma Plato banyak digunakan ahli bahasa untuk memecahkan masalah linguistik. Penganut paradigma Plato ini disebut kaum naturalis. Mereka menolak gagasan kearbitreran. Pada masa tertentu lainnya paradigma Aristoteles digunakan mengatasi masalah linguistik. Penganut paradigma Aristoteles disebut kaum konvensionalis. Mereka menerima adanya kearbiteran antara bahasa dengan realitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 158%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 158%;" lang="IN"&gt;Pertentangan antara kedua paradigma ini terus berlangsung sampai abad 20. Di bidang linguistik dan semiotika dikenal tokoh Ferdinand de Saussure sebagai penganut paradigma .Aristoteles dan Charles S. Peirce sebagai penganut paradigma Plato. Mulai dari awal abad 19 sampai tahun 1960-an paradigma Aristoteles yang diikuti Saussure yang berpendapat bahwa bahasa adalah sistem tanda yang arbitrer digunakan dalam memecahkan masalah-masalah linguistik. Tercatat beberapa nama ahli linguistik seperti Bloomfield dan Chomsky yang dalam pemikirannya menunjukkan pengaruh Saussure dan paradigma Aristoteles. Menjelang pertengahan tahun 60-an dominasi paradigma Aristoteles mulai digoyahkan oleh paradigma Plato melalui artikel R. Jakobson "Quest for the Essence of Language" (1967) yang diilhami oleh Peirce. Beberapa nama ahli linguistik seperti T. Givon, J. Haiman, dan W. Croft tercatat sebagai penganut paradigma Plato.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span lang="IN"&gt;IV. Cakupan dan Kemaknawian Ilmu Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 1 Fonetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi &lt;i style=""&gt;tin&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;thin&lt;/i&gt;, dan antara &lt;i style=""&gt;they &lt;/i&gt;dan &lt;i style=""&gt;day&lt;/i&gt;, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 2 Fonologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 3 Morfologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran &lt;i style=""&gt;-&lt;/i&gt;­&lt;i style=""&gt;en&lt;/i&gt; dapat direkatkan dengan kata sifat &lt;i style=""&gt;dark&lt;/i&gt; untuk membentuk kata kerja &lt;i style=""&gt;darken&lt;/i&gt;, namun akhiran &lt;i style=""&gt;-&lt;/i&gt;­&lt;i style=""&gt;en&lt;/i&gt; tidak dapat direkatkan dengan kata sifat &lt;i style=""&gt;green&lt;/i&gt; untuk membentuk kata kerja. Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 4 Sintaksis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 5 Semantik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata ‘pl’ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 6 Pengajaran Bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku &lt;i style=""&gt;Basic English&lt;/i&gt;. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud &lt;i style=""&gt;Basic&lt;/i&gt; adalah &lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, &lt;i style=""&gt;Basic English&lt;/i&gt; terdiri atas 850 kata utama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun &lt;i style=""&gt;General Service List&lt;/i&gt; yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan &lt;i style=""&gt;Academic Wordlist&lt;/i&gt;, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;4. 7 Leksikografi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat &lt;i style=""&gt;Dictionary of the English Language&lt;/i&gt; pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume. Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus &lt;i style=""&gt;An American Dictionary of the English Language&lt;/i&gt; pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan &lt;i style=""&gt;Oxford English Dictionary&lt;/i&gt; yang terdiri atas 12 volume.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis &lt;i style=""&gt;British National Corpus&lt;/i&gt; yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;span lang="IN"&gt;V. Penutup&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Penelitian bahasa sudah dimulai sejak abad ke 6 SM, bahkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan sudah dibangun sejak awal abad 3 SM di kota Alexandria. &lt;span style=""&gt;Kamus bahasa Inggris, &lt;i style=""&gt;Dictionary of the English Language&lt;/i&gt;, yang terdiri atas dua volume, pertama kali diterbitkan pada tahun 1755; dan pada tahun 1884 telah diterbitkan &lt;i style=""&gt;Oxford English Dictionary&lt;/i&gt; yang terdiri atas 12 volume. &lt;/span&gt;Antara 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;" lang="IN"&gt;Salah satu buku awal yang menjelaskan mengenai ilmu bahasa adalah buku &lt;i style=""&gt;An Introduction to Linguistic Science&lt;/i&gt; yang ditulis oleh Bloomfield pada tahun 1914. Jurnal ilmiah internasional ilmu bahasa, yang berjudul &lt;i style=""&gt;International Journal of American Linguistics&lt;/i&gt;, pertama kali diterbitkan pada tahun 1917.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ilmu bahasa terus berkembang dan semakin memainkan peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan semakin majunya program pascasarjana bidang linguistik di berbagai universitas terkemuka (UCLA, MIT, Oxford, dll). Buku-buku karya ahli bahasa pun semakin mendapat perhatian. Salah satu buktinya adalah buku &lt;i style=""&gt;The Comprehensive Grammar of the English Langauge&lt;/i&gt;, yang terdiri atas 1778 halaman, yang acara peluncurannya di buka oleh Margareth Thatcher, pada tahun 1985. Respon yang luar biasa terhadap buku tersebut membuatnya dicetak sebanyak tiga kali dalam tahun yang sama. Buku tata bahasa yang terbaru, &lt;i style=""&gt;The Cambridge Grammar of the English Language&lt;/i&gt;, tahun 2002, yang terdiri atas 1842 halaman, ditulis oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam tim peneliti internasional dari lima negara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-8252377367238866810?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/8252377367238866810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=8252377367238866810' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/8252377367238866810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/8252377367238866810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/06/diakronis-ilmu-bahasa-linguistik.html' title='Diakronis Ilmu Bahasa (Linguistik)'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-3205706506309140887</id><published>2008-06-28T14:13:00.000+08:00</published><updated>2008-06-28T14:36:38.110+08:00</updated><title type='text'>13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sehingga tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Pusat&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:middlename st="on"&gt;Kajian&lt;/st2:middlename&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;di Eropa&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Pertama, perempuan yang ke&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;an, "mustarjalah" &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan "yang memiliki sifat perkasa". Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka  berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kedua, perempuan yang tidak bisa menahan lisannya "Tsartsarah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi "neraka".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketiga, perempuan materialistis "Maaddiyah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Keempat, perempuan pemalas "muhmalah" &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kelima, perempuan bodoh "ghobiyyah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Keenam, perempuan pembohong "kadzibah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketujuh, perempuan yang mengaku serba hebat "mutabahiyah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, &lt;span class="searchterm2"&gt;anak&lt;/span&gt;nya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kedelapan, perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kesembilan, perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kesepuluh, perempuan murahan "mubtadzilah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Kesebelas, perempuan yang perasa "syadidah hasasiyyah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;masyghul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; dengan sikap cengengnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Keduabelas, perempuan pencemburu yang berlebihan "ghayyur gira zaidah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketigabelas, perempuan fanatis "mumillah"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-&lt;span class="searchterm2"&gt;anak&lt;/span&gt;nya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt;, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Ketika&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/st2:GivenName&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;st2:sn st="on"&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;Laki-Laki&lt;/span&gt;&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; Memilih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survai di Eropa itu, dikomparasikan dengan pendapat banyak kalangan dari para pemuda, para suami seputar hasil survai itu, maka bisa kita lihat pendapatnya sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Sebut saja &lt;span class="searchterm1"&gt;nama&lt;/span&gt;nya &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Muhammad&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Yunus&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; (36) tahun, menikah semenjak sebelas tahun, ia berkomentar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;"Saya sepakat dengan hasil survai itu. Terutama sifat "banyak omong dan malas". Tidak ada sifat yang lebih jelek dari perilaku mengumbar omongan, tidak bisa menahan lisan, siang-malam dalam setiap perbincangan, baik berbincangan serius atau canda, menjadikan suaminya dalam kondisi sempit, dan marah, apalagi suaminya telah menjalankan pekerjaan berat di luar, di mana ia membutuhkan ketenangan dan kejernihan pikiran di rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Saya baru mengetahui dari rekan saya yang memiliki istri model ini, tidak bisa menahan lisannya di setiap pembicaraan, setiap waktu dan dengan semua orang. Suaminya telah menasehatinya berulang kali, agar bisa menahan omongan, namun ia tidak menggubris nasehatnya sehingga berakhir dengan perceraian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Pada umumnya model istri yang banyak omong, itu lebih pemalas di rumahnya. Bagaimana ia menggunakan waktu yang cukup untuk mengurus rumah tangga dan anak-&lt;span class="searchterm2"&gt;anak&lt;/span&gt;nya, sedangkan ia sibuk ngobrol dengan para tetangga dan teman?!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Jamil Abdul Hadi, sebut saja &lt;span class="searchterm1"&gt;nama&lt;/span&gt;nya begitu, insinyur berumur 34 tahun, menikah semenjak 9 tahun, ia berkomentar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang lebih buruk dari model perempuan yang materialistis, selalu menuntut setiap saat, meskipun suaminya &lt;span class="searchterm4"&gt;menurut&lt;/span&gt;i permintaannya, ia terus meminta dan menuntut!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tipe perempuan ini, sayangnya tidak mudah menerima perubahan menuju lebih baik, tidak gampang menyesuaikan diri dalam kehidupan apa adanya. Boleh jadi kondisi demikian berangkat dari asuhan semenjak kecilnya. Saya tidak diuji Allah dengan model perempuan seperti ini, namun justru saya diuji dengan istri perasa dan cengeng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tertawa &lt;st2:givenname st="on"&gt;Mahmud&lt;/st2:GivenName&gt; as Sayyid menerima hasil survai ini, ia berkomentar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah, sungguh menarik ada lembaga atau Pusat Study yang menggelar survai dengan pembahasan seputar ini. Survai ini meskipun memiki &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; pandang dan penilaian yang berbeda-beda, namun terungkap bahwa &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; pandang itu satu sama lain tidak saling bertentangan… "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan &lt;st2:givenname st="on"&gt;Mahmud&lt;/st2:GivenName&gt;, sebut saja begitu. Belum menikah, mahasiswa di universitas. Ia berujar tentang mimpinya, yaitu istri yang akan mendampinginya, ia mengharap:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;"Pasti saya menginginkan tidak mendapatkan istri yang memiliki tipe sebagaimana hasil survai di atas. Tetapi mengingat tidak ada istri yang "sempurna", karena itu saya masih mungkin menerima tipe perempuan di atas kecuali tipe perempuan pembohong. Istri pembohong akan lebih mudah mengkhianati, tidak menghormati hubungan suami-istri, tidak memelihara amanah, tidak bisa dipercaya. Setiap orang pada umumnya tidak menyenangi sifat bohong, baik &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; maupun perempuan itu sendiri. Karena akan berdampak negative pada anak-anaknya, karena anak-&lt;span class="searchterm2"&gt;anak&lt;/span&gt; akan meniru dirinya!!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia ditanya tentang tipe perempuan "kelaki-lakian" . Perempuan yang menyerupai &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; dalam segala hal dan menyanginya dalam segala hal. Ia berkomentar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;"Tidak masalah berhubungan dengan istri tipe seperti ini, selagi sifat "ke&lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;an" tidak mengalahkan dan mengibiri sifat aslinya. Selagi ia masih mengemban kerja dan tugas yang sesuai dengan tabiat perempuan, seperti nikah, mengandung, menyusui dan lainnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;"Perempuan "kuat" &lt;span class="searchterm4"&gt;menurut&lt;/span&gt; saya akan mengetahui bagaimana ia mengurus kebutuhan dirinya, mengarahkan dan mengatur keluarga dan anak-&lt;span class="searchterm2"&gt;anak&lt;/span&gt;nya. Akan tetapi segala sesuatu ada batasnya yang tidak boleh diterjangnya. Sebagaimana seorang perempuan tidak suka terhadap laki-laki yang "banci", seperti berbicara dan berperilaku layaknya perempuan. Sebagaimana juga laki-laki tidak suka terhadap perempuan yang mengedepankan sifat ke&lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;an… segala sesuatu ada batas ma'kulnya. Jika melampaui batas sewajarnya, yang terjadi adalah dampak negatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada seorang istri yang "sempurna". &lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; memang ada berbedaan &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; penilaian dan &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; pandang antara laki-laki satu dengan &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt; lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. &lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; tentunya bermanfaat bagi &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;, sehingga para suami mampu &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;bermuasyarah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; makruf, sebagaimana yang digariskan dalam &lt;st2:givenname st="on"&gt;Al&lt;/st2:GivenName&gt; qur'an. Allah swt berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;"&lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;Al&lt;/span&gt;&lt;/st2:GivenName&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Nisa&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;':19&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Dan karena perempuan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;"syaqaiqur rijal"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; saudara kembar &lt;span class="searchterm3"&gt;laki-laki&lt;/span&gt;, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;"baiti jannati" &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini.&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Allahu a'lam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h4 style="text-align: center;" align="center"&gt;13 Sifat Laki-laki Yang &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Tidak&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:middlename st="on"&gt;Disukai&lt;/st2:middlename&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;Perempuan&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;/h4&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Para istri atau kaum wanita adalah manusia &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; juga mempunyai hak &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; suka kepada laki-&lt;span class="searchterm2"&gt;laki&lt;/span&gt; karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum le&lt;span class="searchterm2"&gt;laki&lt;/span&gt; tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; secara umum sangat &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="searchterm5"&gt;disukai&lt;/span&gt; oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pertama, &lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;&lt;span class="searchterm4"&gt;&lt;b&gt;Tidak&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:GivenName&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt; &lt;st2:middlename st="on"&gt;Punya&lt;/st2:middlename&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Visi&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. &lt;span class="searchterm2"&gt;Dalam&lt;/span&gt; pembukaan surah An Nisa':1 Allah swt. Berfirman: &lt;em&gt;"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;&lt;i&gt;yang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm2"&gt;&lt;i&gt;laki&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;-&lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm2"&gt;&lt;i&gt;laki&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; dan &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm6"&gt;&lt;i&gt;perempuan&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; yang banyak. &lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; bertakwalah kepada Allah &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;&lt;i&gt;yang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".&lt;/em&gt; Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. &lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; apa &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; Allah perintahkan benar ditaati.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Namun &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum le&lt;span class="searchterm2"&gt;laki&lt;/span&gt; atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; sedikit rumah tangga &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: &lt;em&gt;"Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;&lt;i&gt;yang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; tersisa." &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kedua, Kasar&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="searchterm2"&gt;Dalam&lt;/span&gt; sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti &lt;span class="searchterm2"&gt;laki&lt;/span&gt;-&lt;span class="searchterm2"&gt;laki&lt;/span&gt; tulung rusuk itu akan patah. &lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: &lt;st2:sn st="on"&gt;&lt;em&gt;Wa'aasyiruuhunna&lt;/em&gt;&lt;/st2:Sn&gt;&lt;em&gt; bil ma'ruuf&lt;/em&gt; (&lt;st2:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st2:GivenName&gt; sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; lembut dan melindungi istri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyikas seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; merdeka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Ketiga, Sombong&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. &lt;em&gt;Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin&lt;/em&gt; (&lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Al&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Baqarah&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;:34). &lt;span class="searchterm4"&gt;Tidak&lt;/span&gt; ada seorang mahlukpun &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; hadits Qurdsi: &lt;em&gt;"Kesombongan adalah selendangku, siapa &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm3"&gt;&lt;i&gt;yang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt; menandingi aku, akan aku masukkan neraka."&lt;/em&gt; Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; baik &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; suka mempunyai suami sombong.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; menderita karena prilaku sombong seorang suami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Keempat, Tertutup&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. &lt;span class="searchterm4"&gt;Tidak&lt;/span&gt; ada seorang dari para istri &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; merasa dikesampingkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="searchterm5"&gt;disukai&lt;/span&gt; kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; begitu tertutup ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kelima, Plinplan&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna &lt;em&gt;qawwam&lt;/em&gt; &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; firman Allah: &lt;em&gt;arrijaalu qawwamuun &lt;st2:givenname st="on"&gt;alan&lt;/st2:GivenName&gt; nisaa'&lt;/em&gt; (An Nisa':34).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Keenam, Pembohong&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. &lt;span class="searchterm4"&gt;Tidak&lt;/span&gt; mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Bahkan&lt;/st2:GivenName&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;Nabi&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; beriman. &lt;span class="searchterm2"&gt;Dalam&lt;/span&gt; sebuah hadits Nabi pernah ditanya: &lt;em&gt;hal yakdzibul mukmin&lt;/em&gt; (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (&lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt;). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; bertentangan dengan iman itu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; siap dicerai karena &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; sanggup hidup dengan para sumai pembohong.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketujuh, Cengeng&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Al&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Qur'an&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;. Namun &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; sikap keseharian &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Abu&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Bakar&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; jauh dari sikap cengeng. &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Abu&lt;/st2:GivenName&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;Bakar&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Abu&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Bakar&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; sangat tegar dan &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; sedikitpun gentar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Suami yang cenging cendrung nampak di depan istri serba &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; meyakinkan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri suka suami &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; arti penuh semangat dan &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; kenal lelah. Lebih dari itu tabah &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; menghadapi berbagai cobaan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kedelapan, Pengecut&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="searchterm2"&gt;Dalam&lt;/span&gt; sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a'uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Madinah, Nabi saw. adalah &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri sangat &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; matang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kesembilan, Pemalas&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Di&lt;/st2:GivenName&gt; antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: &lt;em&gt;allahumma inni a'uudzubika minal 'ajizi wal kasal&lt;/em&gt; , kata &lt;em&gt;kasal&lt;/em&gt; artinya malas. Malas telah membuat seseorang &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; produktif. Banyak sumber-sumber rejeki &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri sangat &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kesepuluh, &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Cuek&lt;/st2:GivenName&gt;  &lt;st2:middlename st="on"&gt;Pada&lt;/st2:middlename&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Anak&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Mendidik anak &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan &lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt; Luqman, di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Hasan&lt;/st2:GivenName&gt; &lt;st2:sn st="on"&gt;Husain&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt; adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sa&lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; sangat &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span class="searchterm5"&gt;disukai&lt;/span&gt; para wanita.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kesebelas, &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Menang&lt;/st2:GivenName&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;Sendiri&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. &lt;span class="searchterm4"&gt;Tidak&lt;/span&gt; ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Keduabelas, &lt;st1:personname st="on"&gt;&lt;st2:givenname st="on"&gt;Jarang&lt;/st2:GivenName&gt;  &lt;st2:sn st="on"&gt;Komunikasi&lt;/st2:Sn&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; selalu mengontak sang istri. Entah denga &lt;st2:givenname st="on"&gt;cara&lt;/st2:GivenName&gt; mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; kebahagiaan rumah tangga.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; dibutuhkan. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri sangat suka kepada para suami &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketigabelas, Tidak Rapi dan &lt;/em&gt;&lt;span class="searchterm4"&gt;Tidak&lt;/span&gt;&lt;em&gt; Harum&lt;/em&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan &lt;span class="searchterm2"&gt;dalam&lt;/span&gt; penampilannya dan menyebarkan bahu &lt;span class="searchterm3"&gt;yang&lt;/span&gt; &lt;span class="searchterm4"&gt;tidak&lt;/span&gt; enak. Allahu a'lam&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-3205706506309140887?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/3205706506309140887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=3205706506309140887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/3205706506309140887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/3205706506309140887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/06/13-sifat-perempuan-yang-tidak-disukai.html' title='13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-5956047710569219961</id><published>2008-06-22T13:10:00.004+08:00</published><updated>2008-06-22T16:46:39.254+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iblis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muhammad SAW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dialog'/><title type='text'>DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;img style="width: 680px; height: 264px;" alt="http://www.skrasau.com/img/islam.jpg" src="http://www.skrasau.com/img/islam.jpg" /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Maka Malaikat itu pun bertemu Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap ke hadirat Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasia engkau dan apa-apa yang ditanya oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Demi mendengar saja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, hingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sembah Iblis (alaihilaknat) , "Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak menjawab salam hamba ? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Maka jawab Nabi dengah marah "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjukan baikmu? Jangan engkau coba hendak menipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga, Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sembah Iblis,"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Karena tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya,tiadalah hamba berani sembunyikan. " Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata"Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekalian umatku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi (1)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini" Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar karena ketakutan. Sambung Iblis,"Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba dapat merubah diri hamba seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak beda seperti aslinya, kecuali diri tuan saja yang tidak dapat hamba tiru karena dicegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir karena tuan berusaha memberi nasehat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha    menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekalian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 2 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Apa yg kau perbuat terhadap makhluk Allah" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, sebagiannya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, terlena dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda dari emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika tamasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar - besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih diantara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan halangi mereka supaya mereka menangguhkannya. bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglaah rasa riak, takbur, ber-megah2an, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya,mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 3 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan ber-lelah2 melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapayang memberi kekuatan anggota badan engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Semua itu adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahwa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekalian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yg tinggi.Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekalian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh krn itu Allah murka kpd hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan bodoh. Hamba merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri(SitiHawa ) yg memerintah sekalian bidadari. Hamba bertambah dengki dan berdendam kepada mereka.  Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat. Sebelum tuan lahir ke dunia,hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yg menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain dari apa yang sebenarnya hamba dapat, dgn berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan  lahir saja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah dr api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 4 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu thd manusia?"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Pertama sekali hamba palingkan iktikadnya imannya kepada kafir baik itu dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalan hamba" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 5&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Jika umatku sembahyang karena Allah, bagaimana halnya dgn engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gemetarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. sebagian datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, senantiasa hendak cepat selesai sholat, hilang khusyuknya - matanya senantiasa melirik ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Sebagian Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, capek atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat selesai sembahyang, itu semua membawa pd kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 6 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, apa yg engkau rasakan?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari darinya." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 7&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 8 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana halnya dgn  engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kpd hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekalian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentara hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan peringatan agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa tenang berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibanding bulan biasa." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 9 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Bagaimana sekalian sahabatku terhadap engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Sekalian sahabat tuan hamba juga adalah sebesar- besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena tuan sendiri telah berkata yang "Sekalian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan , hamba tidak dapat mendekat kepadanya apalagi setelah berdampingan dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekalian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah   menjadi mertua tuan karena tuan kawin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Saidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang akan wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba karena sangat takut. Ini karena imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan, "JIKALAU adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku "karena dia adalah orang harapan tuan serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelari 'Al-Faruq'. Saidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak bisa mendekat, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kpdnya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan," Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid" Saidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau,    maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menunduk kan kepalanya kepada setiap berhala. Digelari 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah'   dan tuan sendiri berkata "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya". Tambahan pula dia menjadi menantu  tuan, lagilah hamba ngeri kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 10 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Bagaimana tipudaya engkau kpd umatku?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasehat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat" Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurnia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Fir'aun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan durhaka dan hamba hela ke mana saja mengikuti kehendak hamba. Jadi dia senantiasa    bimbang pd dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan sebagiannya asyik hendak merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin,membelanjaka n hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 11&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Siapa yang serupa dengan engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 12 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;" Siapa yang mencahayakan muka engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 13&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Apakah rahasia engkau kepada umatku?"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 14&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana halnya engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar pada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 15 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Dengan jalan apa bisa menolak tipu daya engkau?"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kpd Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya." &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 16 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Disitulah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 17 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya melek diwaktu subuh tetapi menyambung tidur kembali. Lalu hamba ulit dia terlena hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 18 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yg banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 19&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf didalamnya" &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;u&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:12;"&gt;Pertanyaan Nabi ke 20 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;"Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;Jawab Iblis - "Orang yang taat kpd kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan-pakaian mereka selama mereka hidup, karena tuan telah bersabda, 'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu' "&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:11;"&gt;wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-5956047710569219961?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/5956047710569219961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=5956047710569219961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/5956047710569219961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/5956047710569219961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/06/dialog-iblis-dengan-rasulullah-saw.html' title='DIALOG IBLIS DENGAN RASULULLAH S.A.W'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4067586144137981765.post-6250057037483908731</id><published>2008-06-21T21:35:00.005+08:00</published><updated>2008-06-21T22:15:12.401+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perempuan di titik nol'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fi zhilalil Quran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nawal sadaawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mesir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='feminisme'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novelis arab'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istri untuk putraku'/><title type='text'>Gerakan Feminisme Nawal El Saadawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SF0GDbYK_YI/AAAAAAAAAAk/tiTT3IRByU4/s1600-h/fotonawalelsadaawi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SF0GDbYK_YI/AAAAAAAAAAk/tiTT3IRByU4/s400/fotonawalelsadaawi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214330599523417474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;NAWAL el Saadawi bukanlah nama yang asing lagi bagi masyarakat sastra di &lt;st2:place st="on"&gt;&lt;st2:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st2:country-region&gt;&lt;/st2:place&gt;. Wanita kelahiran &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Kafr&lt;/st1:givenname&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Tahla-tepi&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; Sungai Nil-Mesir, 72 tahun yang lalu ini selalu membangkitkan emosi pembaca dengan bahasa emotif (emotife language) di dalam setiap karyanya. Sejauh pengamatan sastra Arab yang telah dikaji, dalam setiap karya Nawal el Saadawi selalu menampilkan dan menonjolkan kritik yang cukup pedas sekaligus penggambaran realitas sosial politik dengan menggunakan colloquaialism atau gaya bahasa harian dalam penceritaannya, natural, dan tanpa embel-embel analitik. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Nawal&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;el Saadawi&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; tidak mengikuti aliran al-fanna al-kamil (keindahan) yang kebanyakan digunakan sastrawan Arab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa sarkatis yang sering digunakan Nawal ini cukup membuat geram para intelektual dan &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Pemerintah&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Mesir&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;. Hal itu harus dibayar mahal olehnya. Pada 6 September 1981 ia dijebloskan ke dalam penjara Barrages di Mesir pada masa pemerintahan &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Anwar&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Sadat&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; atas tuduhan perbuatan kriminal melawan pemerintahan yang sah. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(42, 42, 42);" lang="EN-GB"&gt;Namun, di dalam sel Saadawi terus berkarya. Meski dengan kertas toilet dan pensil &lt;st1:sn st="on"&gt;alis&lt;/st1:sn&gt;, Saadawi diam-diam tetap menulis. Sekeluarnya dari penjara, tulisan itu menghasilkan esai berjudul &lt;i&gt;Memoar dari Penjara Perempuan&lt;/i&gt;. Dalam buku itu, dia mengisahkan bahwa ketimpangan sosial-ekonomi dan jender merupakan penyebab masuknya perempuan ke dalam sel penjara tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Penjara&lt;/span&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Mesir&lt;/st1:sn&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; tampaknya memang unggul dalam menghasilkan karya tulis. &lt;i&gt;Tafsir Fi Zhilalil Quran&lt;/i&gt; karya Sayyid Quthb disebut-sebut sebagai &lt;i&gt;the most remarkable works of prison literature ever produced&lt;/i&gt;. Quthb menghasilkan magnum opus itu sebelum akhirnya dia syahid di tiang gantungan Pemerintah Gamal Abdul Nasser tahun 1966 -- sebagai bandingan, Hamka juga menulis &lt;i&gt;Tafsir Al-Azhar&lt;/i&gt; di dalam penjara Orde Lama. Quthb ditangkap setelah organisasinya, &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Ikhwanul&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Muslimun&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt;, dinyatakan terlarang oleh &lt;st1:sn st="on"&gt;&lt;st2:place st="on"&gt;Nasser&lt;/st2:place&gt;&lt;/st1:sn&gt;. Selain kitab &lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;i&gt;Fi&lt;/i&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;i&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Zhilal&lt;/st1:sn&gt;&lt;/i&gt;, dalam bui ini Quthb juga menghasilkan buku &lt;st1:sn st="on"&gt;&lt;i&gt;Ma'alim&lt;/i&gt;&lt;/st1:sn&gt;&lt;i&gt; fith Thariq&lt;/i&gt; dan risalah kecil &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;&lt;i&gt;Mengapa&lt;/i&gt;&lt;/st1:givenname&gt;&lt;i&gt; &lt;st1:middlename st="on"&gt;Saya&lt;/st1:middlename&gt; &lt;st1:middlename st="on"&gt;Dihukum&lt;/st1:middlename&gt;  &lt;st1:sn st="on"&gt;Mati&lt;/st1:sn&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st2:personname&gt;&lt;i&gt;?&lt;/i&gt; (pernah diterbitkan oleh Mizan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Fi Zhilalil Quran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt; adalah suatu &lt;i&gt;masterwork&lt;/i&gt;, demikian menurut &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Paul&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Berman&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; yang menulis buku tentang Quthb. Kitab tafsir ini adalah karya raksasa yang ditulis hanya dengan mengandalkan daya hafal. Kondisi buruk dan penyiksaan dalam penjara tak menghalangi Quthb untuk menulis. Pernah pada suatu saat, Quthb disekap dalam sebuah sel bersama 40 orang yang sebagian besar para kriminal. Tapi, dengan menyelundupkan kertas masuk dan keluar penjara, Quthb terus menulis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Penulis yang tetap berkarya meskipun badan terpenjara tentulah karena dia bisa membawa pikirannya &lt;i&gt;beyond&lt;/i&gt; realitas yang dia hadapi. &lt;st2:personname st="on"&gt;&lt;st1:givenname st="on"&gt;Viktor&lt;/st1:givenname&gt; &lt;st1:sn st="on"&gt;Frankl&lt;/st1:sn&gt;&lt;/st2:personname&gt; berteori bahwa sesungguhnya seseorang dapat memutuskan bagaimana suatu keadaan akan mempengaruhi dirinya. Kita tak mesti pasrah pada keadaan. &lt;st1:givenname st="on"&gt;Dan&lt;/st1:givenname&gt; penjara bisa jadi memang tempat yang kondusif bagi seorang penulis. Marguerite Duras mengatakan bahwa berani menyendiri, berada dalam kesepian dan keterasingan, adalah hal yang harus terjadi dalam kepenulisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Menulis adalah suatu laku asketik, matiraga, suatu kebertapaan di tengah keramaian. Kesepian itu bahkan harus dialami bukan hanya secara rohani, tapi juga secara badani, demikian pendapat Sindhunata. Orang yang tidak berani sepi tak mungkin menjadi penulis yang baik. Jadi, seorang penulis yang dijatuhi hukuman penjara bagaikan mendapat sebuah hadiah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4067586144137981765-6250057037483908731?l=nurlatif.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurlatif.blogspot.com/feeds/6250057037483908731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4067586144137981765&amp;postID=6250057037483908731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/6250057037483908731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4067586144137981765/posts/default/6250057037483908731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurlatif.blogspot.com/2008/06/gerakan-feminisme-nawal-el-saadawi.html' title='Gerakan Feminisme Nawal El Saadawi'/><author><name>Muhammad Nur Latif</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01193002752259366485</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_wyQ061cKFLI/SF0GDbYK_YI/AAAAAAAAAAk/tiTT3IRByU4/s72-c/fotonawalelsadaawi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
